Memalukan Subarjo Kades Mekar Sari Kerinci Gelapkan Sapi Bumdes

  • Bagikan

KERINCI-BUSER45.COM| Subarjo Kepala Desa Mekar Sari Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci Jambi , diduga gelapkan sapi Bumdes ( Badan Usaha Milik Desa ) hal ini terungkap setelah awak media ini menelusuri hebohnya penjualan tiga ekor sapi sebulan yang lalu , ternyata setahun yang lalu Kades telah menjual satu ekor sapi tanpa sepengetahuan masyarakat banyak dan pengelola Bumdes.

Dari keterangan para sumber informasi warga setempat yang minta identitas nya disembunyikan bahwa Kades Subarjo menjual satu ekor sapi tampa sepengetahuan masyarakat dan Bumdes , setelah mereka mengetahui perbuatan yang tidak terpuji dilakukan oleh seorang pemimpin di desa telah menggelapkan sapi program Bumdes pada tahun 2020 kemaren , kasian juga kalau sudah begini tingkah laku seorang kades mencerminkan hal yang tidak baik , bagaimana Kedepan nya bisa dipercayai lagi oleh masyarakat. Ujar warga Sabtu 13/11/21.

Setelah mendapatkan informasi dari warga , awak media mencoba mendatangi orang yang selama ini mengurus dan merawat sapi tersebut yaitu Samidi Dikediamannya Rabu 17/11/21, tampa ragu ragu dan berbicara jujur Samidi membenarkan bahwa satu ekor sapi telah dijual oleh Kades Subarjo dengan harga Rp . 21.500.000., dan dirinya sebagai orang yang merawat sapi diberikan Rp . 3.500.000., dan sisa uang nya Rp . 18.500.000 diambil oleh Kades dengan alasan di pinjam meskipun sampai saat ini belum dibayar sama sekali .

Jika uang yang diterima oleh Samidi Rp. 3.500.000, adalah bagian atau keuntungan dari sapi yang di rawatnya , selain itu ia juga menjelaskan jumlah sapi yang diserahkan kepada dirinya adalah 5 ekor , satu ekor dijual untuk pembelian tambahan paralon air bersih dikarenakan ada kekurangan paralon/pipa untuk penyaluran air kerumah rumah warga , 1 ekornya dijual oleh kades dengan alasan dipinjam dulu meskipun sampai saat ini sudah berjalan satu tahun belum diganti , sisanya tiga ekor yang sempat heboh bulan yang lalu karena dijual oleh Kades tanpa sepengetahuan pengelola Bumdes dan sudah dibeli kembali gantinya sebanyak 3 ekor juga.

Kesimpulan nya hanya satu ekor sapi yang belum di kembalikan oleh kades sampai saat ini dengan alasan dipinjam , meskipun tanpa sepengetahuan masyarakat dan pengelola Bumdes. Ungkap nya

Samidi juga akan berupaya untuk meminta kembali jumlah uang Rp . 18.500.000 , agar bisa membeli kembali sapi untuk menggantikan yang dijual oleh Kades , namun hal ini sangat berat ia lakukan karena harus berhadapan dengan Kades , karena sudah setahun lamanya belum ada niat Kades untuk mengembalikan nya.

Masyarakat Desa Mekar Sari saat ini sangat kecewa sekali dengan perilaku Kades nya yang dianggap sudah sewenang-wenang menjual aset desa ( Sapi Bumdes ) untuk kepentingan pribadi dan tanpa melibatkan pihak lain di pemerintahan desa , BPD dan pengelola Bumdes itu sendiri.

Semestinya seorang Kades harus paham apa tujuan didirikan Bumdes dan tiap tahun selalu ada anggaran tambahan modal sebesar Rp . 40.000.000 , jangan seperti saat ini Badan Usaha Milik Desa yang telah dibangun tidak memiliki peningkatan ekonomi , seharusnya Bumdes yang dibangun bisa memberikan benefit ( imbal jasa ) tinggi.

Semenjak Desa Mekar Sari dibawah pimpinan Subarjo bukannya Bumdes berkembang justru dimanfaatkan oleh Kades untuk kepentingan pribadi nya dan tanpa menghiraukan pengelola Bumdes lainnya.

Sahyanto Ketua Bumdes beberapa waktu yang lalu saat dikonfirmasi menjelaskan dirinya serta pengurus Bumdes tidak tahu jika sapi dijual oleh Kades tiga ekor meskipun sudah dibelikan gantinya , terkait satu ekor sapi yang dijual oleh Kades setahun yang lalu juga tidak diketahui Ketua Bumdes, dirinya saat ini hanya mengetahui 1 ekor sapi dijual untuk pembelian tambahan paralon/pipa air dan tiga ekor dijual sudah dibeli gantinya , setahunya ada 4 ekor sapi , namun 1 ekor yang dijual Kades setahun yang lalu dirinya tidak tahu karena saat itu belum menjabat ketua Bumdes, Ungkapnya.

Kades Mekar Sari Subarjo beberapa kali upaya untuk dikonfirmasi dikantor nya selalu menghindar dari wartawan dan belum didapatkan keterangan resmi dari dirinya hingga berita ini dipublikasikan.

( Danil )

Penulis: Daniel dekaEditor: Lisna mendrofa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.