Ingin Kelabui Masyarakat Setelah Diduga Gelapkan Sapi Bumdes , Subarjo Berlindung Dibawah Surat Pernyataan.

  • Bagikan

KERINCI-BUSER45.COM| Setelah heboh di pemberitaan media online terkait dugaan penggelapan sapi Bumdes yang menghebohkan masyarakat Desa Mekar Sari Kecamatan Kayu Aro Subarjo Kepala Desa Mekar Sari malah bungkam dan menghindar saat dikonfirmasi wartawan , berbagai upaya dilakukan awak media agar mendapatkan keterangan yang jelas dari Subarjo agar tidak terjadi simpang siur dalam pemberitaan , meskipun demikian awak media tetap juga berupaya mengirim pesan singkat via WhatsApp menanyakan peristiwa digelapkan nya satu ekor sapi Bumdes , meskipun pesan WhatsApp dibaca tetap saja tidak dijawab.

Samidi Ketua Unit Peternakan ketika ditemui wartawan Dikediamannya Rabu 17/11/21 membenarkan bahwa satu ekor sapi dijualnya bersama Kades Subarjo seharga Rp . 21.500.000, dan dirinya selaku orang yang merawat sapi diberi bagian dari keuntungan sebesar Rp . 3.500.000 , dan sisa uang Rp . 18.500.000 , diambil oleh Kades Subarjo dengan alasan dipinjam , sudah setahun lamanya belum juga diganti baik berupa uang ataupun sapi . Ungkap Samidi

Lanjutnya selain satu ekor sapi uangnya dipakai kades , ada kejadian lain lagi yaitu tiga ekor sapi yang dijualnya bersama Kades namun tiga ekor sapi tersebut sudah digantinya dan ini juga tanpa sepengetahuan pengelola Bumdes , selanjutnya satu ekor lagi dijual itu baru diketahui pihak Bumdes dikarenakan uangnya digunakan untuk pembelian paralon air bersih dan ini sudah menjadi keputusan bersama. Jelasnya

Lebih parah lagi setelah viral pemberitaan di media online , beredar lah Surat Pernyataan yang di-posting acount Facebook Bos Rizky diketahui dia adalah adik dari Kades Mekar Sari yang juga sebagai Kadus , kalau emas asli tetaplah emas walaupun jatuh ke lumpur dan dibawahnya Poto surat pernyataan dari Samidi dan dua rekannya yang ikut serta sebagai anggota unit peternakan , didalam surat tersebut tertulis jelas bahwa diakuinya bahwa penjualan tiga ekor sapi dilakukan nya dikarenakan pada saat itu mereka terhimpit masalah kebutuhan ekonomi dan menjual sapi juga diakuinya tanpa sepengetahuan pengelola Bumdes , namun beberapa hari kemudian tiga ekor sapi tersebut sudah dibelinya kembali .

Didalam surat Pernyataan tersebut hanya menjelaskan persoalan tiga ekor sapi yang dijualnya dan sudah dibeli kembali dikarenakan masyarakat sudah ribut dan pengelola Bumdes juga minta pertanggung jawaban , tapi anehnya tidak menjelaskan satu ekor sapi yang dijualnya Samidi bersama Kades dan uangnya dipakai Kades , disini terlihat jelas dengan membuat surat pernyataan mungkin bisa baginya untuk mengelabuhi masyarakat seakan akan dirinya diposisi yang benar dan tidak bersalah , padahal disurat tersebut tidak menjelaskan satu ekor sapi yang digelapkan oleh Kades Subarjo , diduga Kades ingin berlindung menyelamatkan diri dari isu penggelapan Sapi dibawah surat pernyataan.

Berbagai upaya dilakukan oleh Kades Subarjo dengan meminta surat pernyataan dari unit pengelola sapi agar tidak tercium perilakunya yang telah menjual satu ekor sapi Bumdes , diketahui saat ini masyarakat tidak bodoh lagi dan mengerti apa yang terjadi di desanya .
Kesimpulan dari surat pernyataan tersebut hanya menjelaskan tiga ekor sapi yang dijual dan sudah dibeli kembali namun tidak menjelaskan satu ekor sapi yang digelapkan oleh Kades.

Kepada Media ini Samidi berjanji akan meminta kembali uang sapi Bumdes yang dipakai oleh Kades sudah setahun lamanya , dan jika sudah dikembalikan nanti akan dibelikan kembali sapi , jadi tidak ada kaitannya sapi yang dijual Kades satu ekor dengan sapi tiga ekor yang dibuat surat pernyataan tersebut.

Setelah banyak masyarakat mengetahui perbuatan seorang Kades yang tidak terpuji dikarenakan telah menggelapkan sapi program Bumdes pada tahun 2020 kemaren , mereka merasa kecewa dan malu punya seorang pemimpin prilakunya seperti itu , padahal Desa Mekar Sari selama ini diketahui sebagai desa wisata yang maju dan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun nasional hingga namanya Desa Mekar Sari sudah dikenal tingkat internasional tapi saat ini justru nama baik desa tercoreng oleh pemimpin nya sendiri. Ucap warga dengan nada sedih dan malu.

Ditempat terpisah Nurleni Lembaga BAPAN RI mengatakan sudah melaporkan Kades Subarjo Ke Polres Kerinci terkait beberapa persoalan di desa dan termasuk salah satunya persoalan penggelapan sapi Bumdes , saat ini masyarakat Desa Mekar Sari berharap Aparat Penegak Hukum
agar bisa menindak lanjuti laporan dari BAPAN.

Tim buser45 (Daniel & AL)

Penulis: Daniel Deka Editor: Lisna Mendrofa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.