KEPALA SEKOLAH SMP N.2 SATU ATAP IDANOTAE TIDAK ADA ETIKA TERHADAP ANGGOTANYA SEHINGGA MEMUKUL WAKASEK TANPA ADA ALASAN DAN MENCACI MAKI ISTRI WAKASEK

  • Bagikan

Nias-Buser45.com. Kepala sekolah SMPN.2 Atap Idanotae menganiaya Wakasek tanpa ada alasan, pada hari Senin tanggal 29 November 2021 Pukul 11.20 wib. Pada waktu itu ada anggota panitia mempertanyakan kepada saya tentang biaya uang kejuaraan pada pertandingan bola volly pada perayaan Hari HUT PGRI dan saya juga sebagai ketua Panitia menerima keluhan anggota panitia tersebut, kepala sekolah tiba di kantor pukul 09.00 wib dan kami semua Panitia sudah berkumpul dikantor guru dan langsung saya tanyakan kepada kepala Sekolah tentang biaya kejuaraan mulai dari juara 1 sampai 3 sehingga kami semua panitia tenang dan kami juga menyampaikan kepada pemain yang ikut pada perlombaan tersebut ” kata Ketua Panitia / Wakil Kepala sekolah “. Kepala sekolah menjawab pertanyaan saya katanya kamu tidak berguna dan tidak bisa mengambil tindakan dan jangan kamu anggarkan dirimu kepada saya, saya tidak takut walaupun ada familly mu di kabupaten baik pihak saudaramu ada seorang polisi dan penjabat tinggi, saya juga ada relasi lebih tinggi yang kamu miliki” ungkap Kepala SMPN2 satu atap sambil Emosional. Saya juga diam dan kagum atas jawaban kasek tersebut, beda yang saya sampaikan beda juga yang dia jawab setelah itu Kepala sekolah membeli minuman Bir membawa kekantor sehingga minuman tersebut di habiskan langsung oleh kepala sekolah. Kami semua panitia diam dan tidak berbuat apa-apa karena kami tertekan olehnya, tidak lama kemudian kepala sekolah pergi ke warung tuak di samping sekolah dengan pakaian baju dinas dan banyak omongan yang tidak jelas dari kepala sekolah, sehingga saya mendatangi kasek di warung tersebut dengan santai dan diam, kasek menyapa saya dengan baik dan banyak botol minuman sehingga kasek memintakan kepada saya untuk meminum pemberian nya dan saya tolak berkata pak saya tidak minum alkohol sambil tersenyum dan kasek memaksakan saya untuk meminum minuman namun saya tetap menolak sehingga botol bir yang diminum oleh kasek dibantingnya diatas meja sehingga minuman tersebut tertumpahkan di muka saya dan langsung saya berdiri sambil berkata ” Pak apa salah saya sehingga bapak emosi dengan saya dan membanting botol minuman di depan saya ” kasek menjawab ” jangan kau sok sok-an sambil menarik baju bagian leher sambil mengucapkan kata kotor ” setelah itu saya mengelah dan ada  ketua pemuda dan juga masyarakat di desa setempat membantu saya untuk menghindari atas pukulan kasek tersebut dan tiba tiba datang istri saya dan sambil menarik  dan menjauhkan saya kepada kasek sekitar 5 meter dan emosional dan kemarahan kasek kepada saya, dan kasek mengambil botol bir melemparkan  kepada saya dan juga kepada istri saya sehingga sempat kami berdua menghindar sehingga tidak terkena kepada kami berdua sambil masyarakat dan pemuda menahan-nya, tiba tiba kasek memaki istri saya dan mengeluarkan kata kotor dan saya juga diam dan tidak melawan karena saya tertekan oleh kelakuan kasek tersebut. Ucap Ketua panitia/wakasek. Dan saya mohon kepada pihak hukum  baik dari  kapolres nias selatan, Bapak  Bupati Nias Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan dan terlebih lebih kepada Media/Wartawan untuk menindak lanjuti atas tindakan kepala sekolah Selaku ASN Pegawai Negeri Sipil. tuturnya ( Hr.Hulu )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.