PERLAKUAN KEKERASAN PENGANIAYAAN SECARA BERSAMA-SAMA TERJADI SAAT IBADAH DALAM GEREJA

  • Bagikan

NIAS SELATAN-BUSER45.COM| Kejadian pengeroyokan kepada korban berinisial AT Desa Sinar Baho Dusun III Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan di Gedung Gereja GNKP Indonesia Distrik 45 Damai.

Peristiwa ini terjadi saat sedang berlangsung ibadah dalam Gereja GNKP pada minggu (07/11/2021), sekira pukul 11.00 Wib di Dusun III Desa Sinar Baho Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.

Dalam keterangan saksi korban, terlihat menyaksikan ketika korban hendak menghentikan pelaku utama berinisial F. Hulu yang bicara teriak dengan nada tidak baik yang dilontarkan terhadap Guru jemaat saat sedang diberi pengumuman di altar Gereja.

Bukannya berhenti si pelaku berbicara tidak senonoh namun pelaku justru datang membalik kebelakang datangi tempat duduk dengan menyergap korban memegang rambut, meninju mulut hingga gigi korban patah, menampar pipi kanan hingga memar. Lalu pelaku ke II berinisial LS Hulu memegang tangan korban dengan cara mengikat kebelakang kemudian Pelaku ke III berinisial LI Loi memegang lengan tangan kiri dan kanan hingga lekas memar juga, Ujar kedua saksi korban.

Usaha pembicaraan masalah pengeroyokan terhadap pihak korban dan pelaku yang difasilitasi pemerintahan Desa Bawolato, pemerintahan Desa Sinar Baho, BPD, LAD dan para tokoh serta masing-masing pihak keluarga yang bersangkutan namun penuturan pihak pelaku tidak melakukanya dan hasil tidak selesai, Berita acara terlampir.

Menanggapi laporan korban di Kapolsek Lahusa, sejak Minggu (7/11/2021) sekira pukul 18.30. Olah TKP pun sudah dilakukan dan Ketiga yang diduga pelaku sudah diperiksa Oleh Kapolsek Lahusa AKP Edward Hasibuan, Biarlah proses berjalan mendalami kasus sesuai tahapannya Ungkap Kapolsek dari miss komunikasi kepada awak media 27/11/2021

Laporan Polisi Nomor: LP/311/XI/2021/SU/Re.Nisel/Sek-Lahusa tanggal 07 November 2021. Tentang dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau penganiayaan terhadap diri korban an. Atimbalaki Siwanahono.

Dari pihak korban mengatakan, Kami apresiasi kinerja pihak kepolisian atas atensi dan sikap profesional yang dilakukan sampai saat ini, dengan besar harapan kami agar pihak yang berwajib dilakukan tindakan hukum secepatnya kepada pihak pelaku.

Lagi korban mengatakan Polisi harus lebih mempertimbangkan dampak akibat pengeroyokan itu agar menjadi contoh kepada yang lain bahwa tidak ada hak apa pun untuk melakukan penganiayaan terhadap orang lain.

(ER)

Penulis: Ernelius NruhuEditor: Lisna Mendrofa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.