KEJAKSAAN NEGERI DELI SERDANG SANGAT AROGANSI MENGHALANG-HALANGI BEBERAPA ORANG WARTAWAN PEMANTAU KEUANGAN NEGARA (PKN)

  • Bagikan

TAPUT-BUSER45.COM|Kamis Tanggal 09/12/2001 Jam 15:40:00 Wib Jl. Sudirman No 5. Kebebasan Pers sebagaimana telah dijamin oleh UU no 40/1999 dan UU no 32/2002 sepertinya masih belum maksimal dirasakan oleh para jurnalis dari berbagai media, karena masih banyak dijumpai pihak-pihak baik dari pemerintah maupun swasta yang selalu menghalang-halangin para jurnalis agar tidak meliput/menyiarkan suatu kejadian yang sedang terjadi, dan bahkan tidak sedikit para jurnalis yang mengalami kekerasan (fisik/mental) dilapangan saat melakukan peliputan.

Seperti yang dihadapi oleh wartawan PKN online dari media kaliber.com (Muhajir) saat meliput aksi damai dari Pemantau Keuangan Negara di Kejaksaan Negeri Deliserdang Sumatera Utara. Dimana kameranya dihalangin dan dirinya didorong-dorong agar keluar dari ruang Kejari Deliserdang.
Salah satu dari Rekan Wartawan (Muhajir) dari Tim BUSER45.COM (Bangun MT Manalu) yang juga Personil dari Tim PKN Tapanuli Utara, berusaha untuk menghindari agar kontak fisik yang lebih fatal tidak terjadi kepada Wartawan KALIBER News (Muhajir) hingga terjadilah adu mulut yang cukup memanas.

Muhajir menuturkan bahwa, pada saat perwakilan PKN masuk ke ruang utama (bagian informasi) Kejari Deliserdang,
saat itu terjadi perdebatan yang cukup alot antara pihak PKN dan Kejaksaan, bahkan sempat terjadi keributan karena Petugas Keamanan Kejari Deliserdang membentak-bentak Tim PKN Se Sumatera Utara dan saat Syahron Hasibun (Kasi intel Kejari) sedang berbicara.

Tiba-tiba syahron menunjuk ke arah kamera Muhajir dan mengatakan: “Bang Matikan kamera itu “, mendengar kata pak syahron tersebut sontak Pegawai kejari yang sedang berdiri tidak jauh dari Muhajir langsung menghampiri dan menghalangin kamera sambil berkata “turunkan HP itu bang,udah dari tadi aku ingatkan ya bang,Matikan” dan bahkan mendorong-dorong Muhajir agar keluar dari ruangan tersebut.

Tetapi Muhajir tetap bertahan memantau di dalam walaupun tanpa menggunakan kamera.

Muhajir mengatakan bahwa tindakan dari kejari deli serdang tersebut sangat disayangkan sekali, dimana seharusnya rakyat berhak mengetahui dan meliput berbagai informasi publik/peristiwa termasuk kinerja pemerintah melalui kebebasan Pers yang dijamin oleh undang-undang gagal dilakukan karena tindakan menghalang-halangi tersebut dari pihak Kejaksaan Negeri Deliserdang.

Bangun MT Manalu

Penulis: Bangun m. T ManaluEditor: Lisna Mendrofa
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.