Sertifikat Redistribusi Tanah TA 2022 Jatah Kab.Simalungun 3500 Mari Daftarkan Tanah Anda.Sertifikat Redistribusi Tanah TA 2022 Jatah Kab.Simalungun 3500 Mari Daftarkan Tanah Anda.

  • Bagikan

Simalungun-Buser45.Com|Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Simalungun menggelar sosialisasi program sertifikasi redistribusi tanah di lapangan SMP Negeri 1 Tigaraja Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Jumat (11/2) sore.

Sosialisasi tersebut disponsori oleh Komunitas Girsang Milenial (KGM) Simalungun, Pengurus Tim Marharoan Bolon Kabupaten Simalungun dan Koperasi Pangan Marharoan Bolon Kabupaten Simalungun sebagai wujud kepedulian untuk mendukung program pemerintah.

Hadir Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga diwakili Camat Silimakuta Rosendi Sinaga, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang, Kepala BPN Simalungun diwakili Manaek Hutabarat, relawan patok BPN, pangulu, Camat dan masyarakat.

Manaek mengatakan, program ini diselenggarakan di 7 kecamatan di Simalungun yaitu Silimakuta, Purba, Dolok Silau, Haranggaol Horisan, Dolog Masagal, Hatonduhan dan Pematang Silimahuta, dengan target sebanyak 3.500 sertifikat.

“Karena itu, marilah kita seluruh masyarakat 7 kecamatan ini mensertifikatkan tanahnya agar sah secara hukum, caranya dengan menghubungi Pangulu, Gamot dan Relawan Patok. Biaya dalam mengikuti program ini pun cukup terjangkau hanya Rp 250 ribu per berkas dan dijamin sertifikatnya terbit,”ujar Manaek Hutabarat.

Dia menerangkan, orang yang bisa mengikuti program tersebut adalah masyarakat yang memiliki pendapatan di bawah upah minimum provinsi. PNS yang memiliki golongan III A ke bawah, sedangkan TNI-Polri maksimal berpangkat Letda dan Ipda.

“Program ini telah didukung Bupati Simalungun. Karena itu, mari kita berlomba-loba mengurus sertifikat tanah, agar tidak ada silang sengketa tanah di tengah-tengah masyarakat,”ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, DR Junimart Girsang SH, MBA, MH sangat mendukung program tersebut. Beliau akan menyampaikan hal ini ke pihak terkait di Jakarta, sehingga kalau tidak ada halangan, Presiden yang akan menyerahkah sertifikat tersebut kepada masyarakat.

“Kita akan sampaikan hal ini ke Jakarta. Kita doakan Presiden, Jokowi dan menteri terkait sehat-sehat, sehingga nantinya mereka hadir ke Simalungun untuk menyerahkan sertifikat ini kepada masyarakat yang berhak,” katanya.

Ketua Komunitas Girsang Milenial (KGM) Kabupaten Simalungun, Lamhot Girsang, mengucapkan trimakasih kepada Bapak DR Junimart Girsang, SH, MBA, MH, Bupati Simalungun, mitra kerja BPN Simalungun, Pengurus Tim Haroan Bolon (THB) Kabupaten Simalungun dan Koperasi Pangan Haroan Bolon yang mendukung KGM sehingga terlaksananya acara tersebut.

Lamhot Girsang juga berterimakasih kepada Camat 7 Kecamatan, yakni Camat Pamatang Silimahuta, Silimakuta, Haranggaol Horison, Kecamatan Purba, Dolog Masagal, Hatonduhan dan Dolok Silau, Pangulu 7 Kecamatan, para relawan patok dan masyarakat yang bersedia mengikuti sosialisasi sertifikat redistribusi tanah tersebut.

“Saran kita kepada masyarakat, ini kesempatan baik untuk membantu masyarakat. Kita tidak menduga karena antusias masyarakat sehingga yang hadir melebihi target,”ujarnya.

“Harapan kita kepada masyarakat yang belum mengikuti agar mengikuti kesempatan yang luar biasa ini, karena KGM tetap bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk pembangunan Kabupaten Simalungun demi pelayanan kepada masyarakat,”sebutnya.

Ketua Tim Haroan Bolon Kabupaten Simalungun, Darma Purba saat diwawancarai mengatakan “Bahwa sosialisasi program sertifikasi redistribusi tanah tahun 2022 harus digotong royongkan supaya masyarakat tau dan ikut serta”.

“Mari kita gotong royongkan (Haroan Bolonkan) karena sangat membantu masyarakat agar dapat mendorong kesejateraan masyarakat dan meningkatkan PAD Kabupaten Simalungun. Selain itu juga Rakyat memiliki kepastian hak atas tanahnya,”tutur Darma Purba.

Salah satu peserta, Pangulu Siboras, Esron Girsang saat ditanyain mengatakan “bahwa program tersebut sangat mendukung kesejahteraan masyarakat dan juga sebagai penambah PAD Kabupaten Simalungun.

“Kegiatan ini tentunya sangat mendukung karena banyak sertifikat bisa berputar, kurang modal boleh mengajukan ke Bank, sehingga masyarakat terbantu dan bisa sejahtera, jadi perlu modal untuk berusaha,bertani juga harus ada modal, jadi otomatis pendapatan Asli Daerah naik dari iuran tanah dan bangunan(PBB),rakyat senang”ungkapnya.
Harianro Girsang.
(red buser 45 hbs).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.