• Bagikan

*MINYAK GORENG PALSU DI KOTA KUDUS*

 

Mutoharoh (45), dan Musmiah (58) adalah kakak-beradik pengusaha pabrik kerupuk di Desa Cendono, RT 3 RW 8, Kecamatan Dawe, Kudus. Keduanya adalah korban pembeli minyak goreng palsu yang diedarkan penjual ke rumah-rumah warga.

 

Minyak goreng palsu itu berupa air yang diberi pewarna kuning. Mereka membeli dari orang yang menawarkan ke tempatnya.

 

Siti Mutoharoh mengatakan, saat itu ada dua orang yang menawarkan minyak goreng sambil membawa sampel.

 

“Sampel waktu itu minyak goreng beneran. Hari Sabtu (12/2/2022), akhirnya saya beli 21 jeriken, satu jerikenya isi 17 kilogram. Satu kilonya dihargai Rp 16.500,” katanya, Rabu (16/2/2022).

 

Ia mengaku telah lima kali beli minyak goreng dari dua orang itu, dan yang diantar selalu minyak goreng asli.

 

Namun pembelian berikutnya, saat ia beli dalam kemasan drum, jutru yang dikirim minyak goreng palsu. Korban mengaku tak mengecek isi drum tersebut, karena sebelumnya selalu minyak goreng asli yang dikirim.

 

“Datangnya itu magrib, keesokan harinya diberi tahu kakak yang juga beli dari minyak goreng dari orang itu, kalau isinya itu air. Setelah saya cek punya saya itu air diberi pewarna kuning,” ungkapnya.

 

Ironisnya lagi, minyak goreng yang dibeli kakaknya Musmiah berjumlah lima jeriken hanya berisikan air putih biasa, tidak dicampur dengan warna apapun.

 

“Punya saya malah air putih biasa. Ada lima jeriken, total satu kuintal yang isinya air” ucap Musmiah,.

Buser45 YT- Kudus

Redaksi S.Z

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.