Sampai Titik Darah Terakhir Perlawanan Terhadap Mafia Tanah ” Irwan Abdulatif Ahli Waris

  • Bagikan

SULUT MINAHASA BUSER45.com

ini namanya penindasan terhadap rakyat miskin, Selasa 15 / 02 / 2022 Perselisihan masalah tanah di sulawesi utara makin meningkat dari tahun ke tahun, kami yang mendiami tanah ini sejak orang tua kami masih hidup sejak tahun 1987 sampai saat ini kami masih mendiami tempat peninggalan almarhum. Setelah jatuh HGU 1986 sesuai SK menteri dalam negeri 341/ DJA / 1986 tertanggal 28 juni. setelah tahun 1987 Almarhum Yusuf Abdulatif orang tua saya mulai menggarap, Setelah menggarap ada tanaman kelapa di atas tanah tersebut milik dari pemegang hak guna usaha, walaupun penggarap sudah menggarap di atas tanah tersebut belum bisa mengambil tanaman kelapa.sebelum terjadi ganti rugi tanaman kelapa” Cetus Iwan

 

Sejak 1994 orang tua kami sudah memberikan uang muka dan pelunasan itu pada tahun 1998 dan sejak itulah orang tua kami menggarap tanah itu sampai almarhum meninggal pada tahun 14 Juni 2006.

 

Semenjak itulah kami anak melanjutkan hasil jerih payah orang sampai saat ini, namun sejak September 2002 ada gugatan dari pihak Anie Muhamad yang mengaku pemilik tanah garapan itu lewat pembelian dari Karsono Rembet. Dalam proses persidangan yang memakan waktu panjang dan sudah melalui perlawanan banding, almaning sampai empat kali almaning ” Pungkasnya

 

Dan yang menjadi heran dan pertanyaan apakah tanah negara berhak di miliki perorangan, sedang dalam peraturan pengganti UU. 1 tanah ialah : a ) tanah yang langsung di kuasai oleh negara. b) tanah yang tidak termasuk huruf a. yang di punyai dengan sesuatu hak oleh perseorangan atau badan hukum. Yang berhak : ialah jika mengenai tanah yang termaksud : 1 / a : Negara dalam hal ini menteri agraria atau penjabat yang di tunjukya. 1 / b : orang atau badan hukum yang berhak atas tanah itu ini adalah dasar hukum peraturan pemerintah pengganti UU tentang ” Larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya ( Undangan Undangan Republik Indonesia Nomor 51 Prp tahun 1960, ini adalah dasar pijakan kami dalam melakukan perlawanan dalam proses persidangan. namun herannya kenapa pihak pengadilan memberikan hak terhadap oknum yang nota bene tidak pernah menggarap tanah itu.

 

Bahkan hasil keputusan inkra lewat Mahkamah agung tetap memenangkan Anie Muhamad sebagai pemilik tanah itu. timbul pertanyaan kami, apakah itu permainan para mafia tanah atau terjadi kong kalikong.

 

untuk itu walaupun telah ada surat eksekusi Kamis 17 februari 2022 dari pengadilan negeri manado, kami tetap akan mempertahankan tanah ini sampai tetes darah terakhir. (Jhon Pade).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.