Gubernur Resmikan Jalan di Jangkat. · Disambut Ribuan Masyarakat, Langsung Gelar Syukuran

  • Bagikan

Merangin BUSER45 COM.

Ketika balik ke kampung halamannya di Kabupaten Merangin pada Jumat (18/2), Gubernur Jambi H Al Haris disambut ribuan masyarakat Jangkat, yang sudah menanti kedatangan kunjungan kerja gubernur itu sejak pagi hari.

Disela-sela kerinduan akan kampung halamannya itu, Gubernur didampingi Bupati Merangin H Mashuri yang diwakili Sekda Fajarman, sempat meresmikan Jalan Simpang Danau Pauh menuju Desa Rantau Kermas kecamatan Jangkat.

Peresmian jalan yang menjadi ‘urat nadi’ perekonomian masyarakat setempat tersebut, ditandai dengan pemotongan pita di Simpang Danau Pauh oleh gubernur yang saat itu juga didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj Hesnidar Haris.

‘’Alhamdulillah jalan ini sudah baik dan hari ini kita resmikan. Tolong rawat jalan ini dengan baik supaya tahan lama. Mudah-mudahan dengan semakin baiknya jalan ini, perekonomian masyarakat akan semakin meningkat,’’ujar Gubernur.

Kedepanya gubernur berencana melanjutkan pembangunan jalan itu sampai ke desa berikutnya, sesuai dengan keinginan masyarakat, mengingat kondisi jalan itu sampai kedalam semakin parah.

Selanjutnya gubernur bersama rombongan menelusuri jalan yang baru dibangun tersebut menggunakan kendaraan roda empat sampai ke Desa Rantau Kermas Kecamatan Jangkat.

Tiba di depan Balai Adat Desa Rantau Kermas, gubernur dan rombongan disambut spektakuler oleh ratusan warga setempat, dengan tarian adat dan berbagai kegiatan tradisi warga dalam menyambut tamu agung tersebut.

Di Balai Adat Desa Rantau Kermas itu, masyarakat langsung menggelar syukuran atas diresmikannya jalan menuju desanya, sekalian syukuran atas terpilih putra terbaik Merangin H Al Haris sebagai gubernur Jambi.

Setelah jalan desanya sudah bagus, warga  juga mengharapkan gubernur bisa melengkapi dengan jaringan internet, sehingga wawasan warga dengan barbagai informasi lewat internet itu akan semakin terbuka.

‘’Kami sangat membutuhkan Tower Telekomunikasi. Saat ini kami berkomunikasi hanya menggunakan radio Handy Talky (HT), jadi setiap rumah disini harus punya HT untuk berkomunikasi,’’ujar Ruslan salah seorang warga.

 

R Munthe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.