Ada keanehan dan kejanggalan dengan Media yang memberitakan Waketum DPP PWOIN bidang Pemerintahan

  • Bagikan

Jawa Barat – Buser45.com

Bergulir nya Pemberitaan di YouTube,Media atas Nama Global expose, Waketum Bidang Pemerintahan PWOIN menyikapi dengan menghubungi Yang berperan seprofesi kulit tinta.

 

Yang aneh menurut saya,ketika konfirmasi Pimred Global News TV, yang Sama sama Media, Beliau Mengatakan bahwa Beliau tak membuat berita yang Menciderai profesi jurnalistik.

 

Selanjutnya Pak Irwan juga menyatakan kepada wartawan nya Bapak Eka Permana, Bahwa dahulu Pernah ada, Wakil Pimpinan Redaksi karena,dia Wakil Pimpinan Redaksi jadi kita bagikan link untuk Menaikkan Berita.

 

Setelah itu lanjut beliau, Karena faktor eksternal Wapemred di keluarkan,. dari Perusahaan tutur Beliau.

 

Karena beliau masih memegang link, kita tidak tau bagaimana ujung nya,.Dari Rekan seprofesi Bapak Eka Permana yang merupakan Wartawan global News TV menyatakan by phone, Bahwa Media kita di dompleng oleh oknum rekan seprofesi tersebut,Bang silahkan buat somasi kita akan memback up Abang dan juga kita akan buat laporan.

 

Terkait hal ini, karena tak Minta izin ke Perusahaan terkait Pemakaian logo yang di anggap sana dan terkait link kita.

 

Kita sama-sama rekan seprofesi ngak Mungkin kita sama-sama, menyerang teman seprofesi karena Kita tergabung di wadah organisasi juga.

 

Ketika di hubungi by WhatsApp telpon, nomor telepon yang tertera di FB global News expose tidak mengangkat telepon dari Waketum Bidang Pemerintahan PWOIN.

 

Waketum DPP PWOIN bidang Pemerintahan merasa ada kejanggalan tanpa, konfirmasi serta hak jawab koreksi berita ini,di naikkan.

 

Mungkin saya akan Menempuh jalur Somasi duluan, untuk hal ini karena saya juga mengerti semua hal tentang Pemberitaan.

 

Saya sudah coba telpon Pihak global expose belum di angkat sama Beliau, kalau nanti nya tak ada jawaban lagi,Maka saya tempuh jalur Somasi.

 

Karena saya juga tempuh jalur ini,biar berita nya berimbang, tanpa ada nya motif Perundungan.

 

Terhadap dirinya dan Wartawan nya,. Intinya saya tak pernah janji dan memeras Pak kades karena fitnah lebih kejam dari Pembunuhan.

Ini Merupakan Pembunuhan karakter,Bagi saya sendiri maka dari itu saya juga harus klarifikasi sebelum nya,Kepihak masyarakat umum bahwa dalam hal ini saya ngak bersalah.

 

Dan fitnah ini saya telah laporkan ke Pimpinan Perusahaan saya,dan jawaban beliau jangan berikan Maaf karena itu Pembunuhan karakter.

 

By phone juga saya sudah chatting ketua umum DPP PWOIN, Bapak Fery Rusdiono menurut beliau di kawal terus dan di proses jangang sampai nama baik di fitnah.

 

Kemerdekaan Jurnalistik berarti mau,di hancurkan oleh oknum oknum tak bertanggung jawab ini.

 

Jangan sampai kemerdekaan Jurnalistik di bungkam, kita pekerja jurnalistik ketika akan di fitnah,maka hanya menempuh jalur.

 

Buser45.YN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.