Siap Kembangkan Potensi Pertanian Daerah, Bupati Tapsel Gandeng Kementan RI

  • Bagikan

Tapsel – Buser45.com

TAPSEL-Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, SPt, MM, memaparkan, 70 persen wilayah Tapsel adalah lahan pertanian, sehingga 70 persen atau mayoritas masyarakatnya berprofesi jadi petani. Bahkan, baru-baru ini pihaknya juga melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Pertanian (Kementan) RI, guna pengembangan serta peningkatan intensifitas pertanian Tapsel.

 

“Termasuk, mencari ataupun menentukan produk-produk unggulan Tapsel, yaitu ada padi, ada kopi, gula aren, dan salak,” papar Bupati pada kegiatan wawancara bertajuk “Ngobar” (Ngobrol bareng) dengan MNC Trijaya Medan secara live di Swiss Bel Inn, Jalan Gajah Mada, Medan, Rabu (23/2/22).

 

Adapun produk unggulan kopi, sebutnya, Tapsel memiliki varietas unggulan, yaitu Arabika Sipirok dan pada 2018 lalu sudah didaftarkan di Indeks Geografis. Katanya lagi, secara geografis Tapsel berada di ketinggian 800-1.000 meter di atas permukaan laut, walau secara topografis berada di angka 0-2.200 TPL.

 

Sedangkan gula aren, menurut Bupati, dari beberapa pengakuan konsumen, gula aren Tapsel keunggulannya tidak mudah pecah. Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan inovasi berupa perpaduan antara kopi, gula aren, dan susu kambing, yang tentu akan memiliki dampak positif bagi kesehatan.

 

“Salak kita (Tapsel) lebih besar, ada yang asam, ada yang manis, ada yang berwarna merah, ada warna putih, dan secara umum lebih tebal. Bisa juga dapat yang manis atau sepat (kelat),” terangnya.

 

Dalam rangka mengembangkan produk-produk unggulan tersebut, pihaknya saat ini tengah berupaya agar Tapsel menjadi kawasan Food Estate yang baru. Pihaknya juga menerapkan sistem gotongroyong antar OPD dalam rangka berkolaborasi untuk mengembangkan sektor tani di Tapsel.

 

Untuk pangsa pasar ekspor terhadap produk-produk unggulan itu, Bupati akui baru-baru ini telah mengekspor sekitar 10 Ton kopi ke Cina dan Singapura. Di sektor pariwisata, Tapsel memiliki pesona sendiri, yakni olahraga Paragliding di Sipirok. Di mana, pemuda-pemuda setempat didorong untuk bersertifikasi menjadi atlet yang profesional.

 

“Harapan kami dan sudah disampaikan ke KONI juga, Tapsel menjadi penyelenggara olahraga Paragliding ini,” tuturnya.

 

Masih di sektor pariwisata, Tapsel juga punya air terjun seperti air terjun Silima-lima, Simatutung, Sisundung Parsalakan, Aek Malakkut, Sisoma, Aek Sijorni Kemudian, ada Danau Siais yang merupakan danau terbesar kedua di Sumatera Utara setelah Danau Toba dan juga ada Danau Marsabut, lalu Masjid Agung Syahrun Nur yang berada di Komplek Perkantoran Bupati Tapsel. Dia menyebut, saat ini pihaknya menggandeng pengusaha travel/wisata, namun karena masih situasi pandemi Covid-19, maka hal itu masih urung dilakukan.

 

Sebelumnya, Bupati juga memaparkan bahwa, Tapsel saat ini berada di level 1 Covid-19. Untuk sistem pembelajaran di sekolah, saat ini secara umum sudah tatap muka. Namun dengan syarat, para tenaga pendidik di sekolah sudah mencapai 70 persen vaksinasinya, baik dosis pertama ataupun kedua.

 

“Capaian vaksinasi secara umum di Tapsel untuk dosis pertama sudah mencapai 100 persen lebih dan dosis kedua menuju 70 persen,” terangnya.N.H

Redaksi saharmin z

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.