Mediasi Kasus Tanah Desa Makalisung Antara Ahli Waris Keluarga Albert Senduk Bersama Hukum’ Tua Berlangsung Damai

  • Bagikan

MINAHASA – Buser45.com |Persoalan tanah di republik ini semakin sulit di selesaikan, Presiden RI Joko Widodo selalu menggaungkan membumi hanguskan para mafia tanah sampai ke akarnya, Namun masih saja para pemain di lapangan Melakukan dengan bebagai macam cara.

Selasa 12 / 04 / 2022 bertempat di desa makalisung atas kecamatan Kombi kabupaten minahasa, para ahli waris keluarga Albert Senduk menemui Hukum tua Yenny Dowah di kediaman Sekdes Detty Tololiu membicarakan serta mencari solusi tentang status tanah yang terletak di wilayah desa makalisung yang di klaim milik keluarga Albert Senduk.

Di dalam pertemuan mediasi sempat terjadi adu argumentasi antara kuasa hukum Albert Senduk Polce Tololiu SH dengan Hukum tua. PH keluarga memintakan untuk Hukum tua memperlihatkan register tanah, dengan argumen jika benar tanah itu bukan milik keluarga Albert Senduk tolong di perlihatkan, Namun ibu Hukum tua menyampaikan bahwa ini rahasia negara ” saya akan perlihatkan di depan hakim jika kasus ini berlanjut ke wilayah hukum.

Kasus yang di permasalahan adalah nomor register 157 folio 36, 158 folio 36 dengan 159 yang.menurut Keluarga adalah milik keluarga Albert Senduk.Yang sampai hari ini telah beralih hak Nomor register 157 folio 36 telah di miliki Deiby Legoh, sedangkan Nomor register 158 folio 36 sudah berpindah hak pada Ir. Nuraini ZK Luntungan sedangkan nomor register 159 folio 36 belum tau keberadaan ” Pungkas Jems Senduk salah satu ahli waris.

Dalam pertemuan mediasi, ahli waris yang hadir Jems Senduk, Jenly Senduk, Siltje Senduk, Mintje Senduk yang di dampingi PH Polce Tololiu, dari pihak pemerintah desa Hukum Tua Yenny Dowah serta Sekdes Detty Tololiu.

Dari hal pertemuan di sepakati pihak pemerintah desa akan membuatkan Keterangan bahwa tanah nomor register 157 folio 36 bukan milik keluarga Albert Senduk. Sedangkan dari pihak ahli waris menerima dan minta surat keterangan segera di buat, dan kami akan menempuh jalur ” tutur PH dan diiayakan Jems Senduk.

Sekretaris Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Hukum ( AMMPH ) Max Bawotong SH, Menyikapi permasalahan ini harus di putuskan lewat pihak berwajib baik kepolisian atau kejaksaan itu yang lebih akurat, sehingga dapat dibuktikan kebenarannya” Cetusnya

Pertemuan itu penuh kekerabatan serta kekeluargaan antara kedua belah pihak, sebab antara penggugat dan tergugat masih dalam ruang lingkup keluarga.

John Pade

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.