Kami Sebagai Guru SD Negeri Malalayang, Tidak Pernah Memaksa Orang Tua Murid Untuk Membeli BuKu LKS” Pernyataan Ibu Feiby Wowor

  • Bagikan

Manado BUSER 45.COM! Perlu kami sampaikan disini untuk mengklarifikasi permasalah tetang pernyataan oknum guru yang menyampaikan lewat pemberitaan di beberapa media serta siaran langsung lewat akun facebooknya. Tidak benar ibu kepsek menyarankan untuk menjual buku LKS di sekolah apalagi memaksa orang tua harus membeli buku. Rabu 23/ 04 / 2022 sewaktu media Menyambangi SD Negeri Malalayang yang berlokasi di kecamatan malalayang depan lapangan bantik,ibu guru Feiby Wowor guru kelas lima ( 5 ) mengatakan bahwa di sekolah kami semua buku yang kami dapatkan dari dana bos semua kami serahkan secara gratis, sedangkan buku LKS ini titipan dari pihak ketiga untuk di jual ke orang tua murid dengan tidak ada faktor pemaksaan seperti yang di beritakan beberapa media yang bersumber dari oknum seorang guru di sekolah kami ” tutur ibu Feiby Wowor

Kami juga sosialisasikan kepada orang tua murid jika ingin memiliki buku LKS langsung berhubungan dengan pihak ketiga bukan dengan sekolah itu yang benar.

Dilain pihak orang tua murid ibu Sri yang anaknya bersekolah di SD negeri malalayang kelas dua menjelaskan bahwa kami tidak pernah di paksakan untuk membeli buku tersebut, tapi jika orang tua ingin menambah wawasan pengetahuan anak di persilakan untuk membeli buku LKS ” tutu ibu Sri orang’ tua murid.

Dari hasil wawancara langsung ke perwakilan guru wali kelas dari kelas satu sampai kelas enam serta guru bidang studi semua dengan lantang menyatakan bahwa tidak benar ada pemaksaan dalam pembelian buku.yang di wakili bapak Youdy Walangitan S.pd selaku wakil kepala sekolah SD negeri malalayang.

Kami juga menegaskan tuduhan oknum guru kelas satu SD negeri malalayang yang menyampaikan bahwa ada pemaksaan dari kepala sekolah untuk menjual buku LKS itu salah besar dan tidak benar, apalagi dengan tuntutan menaikkan harga jual buku itu terlalu mengada-ada ” Pungkas ibu Feiby Wowor

Kami juga sangat welcome untuk para wartawan, LSM dalam mendapatkan informasi. Kami juga memohon maaf jika ada teman – teman wartawan atau LSM yang belum kami temui itu bukan di segaja tapi ada kesibukan atau urusan dinas yang kami tidak dapat tinggalkan ” tutur ibu kepsek Froukye Josefien S.pd

Di sini kami tidak membedah bedakan antara sesama pengajar, kebersamaan kekeluargaan tetap terjalin demi untuk kemajuan dunia pendidikan di kota manado. Kami juga menunjang program pemerintah di bawah kepemimpinan Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr.Richard Sualang ” tutur ibu Kepsek.

Setiap ada program dari dinas pendidikan, kami akan rapatkan dengan guru bersama orang tua murid agar tidak ada yang kami sembunyikan, sebab kami memahami tentang makna sebuah transparan saling terbuka tidak ada yang di tutup – tutupi dan itu semua kami lakukan berdasarkan petunjuk dari pimpinan. Kami sebagai guru pengajar di sekolah ini pimpinan kami ibu kepsek tidak membedah bedakan atau pilih kasih kami semua di anggap keluarga. seprofesi kami sebagai pendidik harus menunjukkan profesional dalam setiap melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami selaku seorang guru” tutup ibu feiby Wowor

John Pade

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.