Max Bawotong SH Sekretaris AMMPH SULUT” Masalah SD Negeri Malalayang Telah Selesai dan Final.

  • Bagikan

Manado  –  Buser45.com |Selisih paham di antara kepsek dan guru sd negeri malalayang sudah selesai lewat klarifikasi para guru – guru, wali kelas, guru bidang studi kepsek wakil kepsek serta orang tua murid. dari pemberitaan salah satu media nasional lewat tayangan video news serta pemberitaan narasi sudah di jelaskan oleh semua perwakilan sd negeri malalayang, bahwa tidak ada pemaksaan pembelian buku LKS untuk orang tua murid dan itu mendapatkan pembenaran lewat pernyataan semua pihak.

Selasa 19 / 04 / 2022 Sekretaris AMMPH ( Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Hukum ) SULUT Max Bawotong SH berprofesi Loyer, menyampaikan bahwa semua persoalan sudah pada titik akhir lewat pertemuan yang mempertemukan kepsek serta ibu Henny di kantor sekolah SD Negeri Malalayang yang di hadiri Kepala dinas pendidikan serta Kabid SD beberapa hari setelah kejadian, pertemuan itu berjalan dengan baik serta terklarifikasi, tidak ada pemaksaan penjualan buku LKS untuk orang tua murid ” Cetus Max Bawotong SH

Ibu Henny telah menjelaskan ke salah satu media nasional bahwa memang tidak ada pemaksaan penjualan buku dari ibu kepala sekolah. Dan saya memang tidak menjual buku ke murid ” Jelas ibu Henny

Memang saya dan ibu kepsek hanya berbicara lewat handphone tidak bertemu, sehingga ada kekeliruan / kekhilafan dalam komunikasi, tegasnya memang tidak ada pemaksaan ” tutur ibu Henny guru kelas III SD Negeri Malalayang

Kami juga mengharapkan teman – teman Jurnalis baik lokal maupun nasional untuk dapat memakluminya, disini kami sama sekali tidak ada kepentingan tugas kami hanya Lembaga Pemantau sama dengan kawan – kawan LSM lainya.

Dari pantauan kami semenjak persoalan ini terexpose lewat akun facebooknya ibu henny serta pemberitaan di beberapa media, hampir setiap hari tenan – teman wartawan bolak balik ke sekolah itu untuk klarifikasi. ada beberapa guru sempat menyampaikan bahwa anak – anak sementara ujian semester dan ibu kepsek ada kegiatan tapi oknum – oknum memaksa untuk bertemu, kami sama sekali tidak melarang tapi beri kesempatan kami selaku guru untuk konsentrasi mengajar sebab anak murid kami lebih utamakan untuk pendidikan, kalau setiap hari berganti orang berkunjung dari pada sampai siang konsentrasi kami untuk mengajar terganggu ” Cetus guru yang indentitas tidak mau diexpose

Dari beberapa temuan di lapangan kami sangat menghargai profesi kawan – kawan sama juga dengan kami sebagai lembaga swadaya masyarakat akan terus memantau segalah persoalan di instansi pemerintah maupun swasta untuk tidak melanggar hukum ” tutur Sekretaris AMMPH SULUT Max Bawotong SH.

Jhon Pade

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.