Begini Hasil Temuan Tera Ulang, SPBU Di Kudus

  • Bagikan

 

KUDUS – Buse45.com |Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) baru yang berada di Jalan Jendral Sudirman, ditera ulang oleh petugas tera dari Dinas Perdagangan Kudus, kemarin. Total selama empat bulan sudah ada empat SPBU yang ditera ulang. Nihil temuan. Takaran dan harga sesuai.

Sonny Sandra Yanuardi (Petugas tera) menjelaskan, tera ulang SPBU ini merupakan permintaan pengelola. Tercatat sudah dua kali ditera. Kali pertama waktu perdana buka dan kemarin (18/4). Ukur ulang ketepatan satuan liter dengan harga.

”Kami membawa bejana ukur dengan kapasitas 20 liter, dari nozzle BBM yang di-setting 20 liter, per liternya Rp 12.950 sehingga total harga Rp 229.000. Dan, setelah dicek hasilnya sudah tepat. Misalkan, ditemukan tidak akurat, maka perlu ada perbaikan mesin nozzle-nya, biasanya kalau SPBU baru masih bagus ketepatannya, tapi tiap tahun memang perlu laporan tera ulang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak Januari hingga sekarang sudah ada empat SPBU yang sudah dilakukan tera ulang. Selama melakukan tera ulang terhadap pompa ukur BBM di setiap SPBU di Kudus, belum ada temuan takaran BBM yang keluar tidak sesuai dan mayoritas memang sesuai.

Sementara itu, Kasi Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Atok Darmobroto, menjelaskan tera ulang tetap dilakukan oleh petugas tera dengan mendatangi masing-masing SPBU untuk dilakukan tera ulang.

Pada tahun 2022, imbuh Atok, tercatat sudah ada empat SPBU dari 23 SPBU yang ada di Kudus yang melakukan tera ulang guna memastikan takaran BBM yang keluar dari nozzle-nya sesuai.

Sementara SPBU lainnya, kata dia, juga akan menjalani tera ulang, sedangkan jadwalnya diperkirakan bulan September 2022.Tahun lalu, semua SPBU sudah ditera ulang. Kalaupun ada laporan masyarakat terkait takarannya yang dinilai kurang langsung ditindaklanjuti segera.

Ia mencatat semua SPBU di Kudus juga melakukan pengecekan secara mandiri karena masing-masing sudah memiliki bejana ukur, sehingga ketika ada ketidaksesuaian takaran mereka akan menghubungi Dinas Perdagangan untuk dilakukan pengecekan.

”Karena mereka tidak bisa menyetel takaran nozzle BBM-nya, hanya kami yang diberi kewenangan sehingga ketika ada permasalahan kami dihubungi meskipun secara periodik juga dilakukan tera,” ujarnya.

SPBU yang sudah ditera ulang, akan dipasangi stiker yang bertuliskan cap tanda sah yang tertempel pada SPBU. Seperti SPBU yang ditera ulang di SPBU Nusantara, SPBU Getas Pejaten, dan dua SPBU di Jalan Jenderal Sudirman.

Tera ulang juga berlaku untuk alat ukur lainnya, seperti timbangan milik pedagang untuk berjualan, maupun alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang secara periodik harus ditera ulang. Dinas Perdagangan Kudus sendiri sudah melakukan tera ulang 2.400 alat UTTP.

Buser45.com.YT – ML.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.