Masyarakat Kecewa Dikarenakan Diduga Tangkap Lepas Pencuri TBS

  • Bagikan

 

Serdang Bedagai –  Buser45.Com 27 April 2022, Warga yang tinggal disekitar perkebunan Pabatu sangat menyayangkan sikap Pihak keamanan PTPN IV Perkebunan Pabatu, kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, yang diduga tangkap lepas 2 orang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang terjadi pada, Jumat (22/4/2022).

Sekira pukul 11.00 WIB di perkebunan kelapa sawit Pabatu tepatnya di areal afdeling 1 Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi, Sergai.

Menurut Wendi Hutabarat (47) warga Dusun 5 Naga Kesiangan, Selasa (26/04/2022) kepada Wartawan mengatakan, kedua pelaku yang diduga sebagai pencuri TBS ini diketahui masing masing berinisial H dan T warga kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi.

“Kedua pelaku ini sempat melarikan diri dari kejaran petugas keamanan kebun dengan mobil jenis minibus milik terduga H, namun terduga iya berhasil lari, sedangkan terduga pelaku T berhasil ditangkap di Dusun 1 Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Sergai atau sekitar 300 meter dari lokasi pencurian beserta mobil milik H yang ditinggal di lokasi penangkapan,” ungkapnya.

Lanjut Wendi, T beserta mobil milik H kemudian dibawa ke pos keamanan kebun, namun pada sore harinya, T berserta mobil milik H dikeluarkan oleh pihak keamanan Kebun Pabatu.

Dugaan Tangkap lepas ini sangat disayangkan oleh Wendi Hutabarat, salah seorang warga yang tinggal disekitar perkebunan, karena menurutnya pihak keamanan kebun telah mengambil langkah sendiri dengan mengabaikan upaya hukum.

Selain itu masih menurut Wendi, pihak keamanan kebun dianggap telah melakukan diskriminasi terhadap beberapa warga sekitar kebun yang sebelumnya melakukan hal yang sama.

Sebelumnya kata Wendi, ada warga yang kedapatan mengambil berondolan sawit saja, kasus nya dilanjutkan sampai pengadilan. Sementara ini kedua terduga pelaku yang sengaja mengambil TBS di TPH malah dilepaskan. Jadi ada apa ini.

“Kita sebagai masyarakat sangat kecewa dengan diskriminasi hukum yang telah dilakukan oleh pihak perkebunan Pabatu,” ujar Wendi.

Sementara itu pihak Perkebunan Pabatu melalui Perwira Pengamanan ( Papam ) ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Selasa (26/4/2022) membenarkan bahwa telah melepaskan terduga pelaku berikut dengan mobil yang digunakannya, karena menurutnya, satu dari dua pelaku ini melarikan diri.

Ketika disinggung soal sikap pihak perkebunan yang terkesan diskriminasi, Dedi malah balik bertanya kepada wartawan.

“Kenapa rupanya kalau saya damai Pak. Itu karena satu pelakunya lari, makanya saya suruh buat perjanjian, dan ditanda tangani orang tuanya,” kata Dedi.

Ditanya soal kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku, Dedi mengaku mengembalikannya kepada orang tua terduga pelaku.

“Ya saya kembalikan lah pada orang tuanya,” pungkas Dedi.
Kabiro Buser 45 (HBS)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.