Ketika Perbuatan Baik Seseorang Tidak Pernah Dihargai, Jangan Kaget Saat Sifat Buruk Seseorang Akan Muncul ke Permukaan

  • Bagikan

Banjarnegara    –    Buser45.com Memang sedih dan terluka saat kita dikecewakan oleh orang yang kita anggap baik di mata kita.

Namun, akan jauh lebih baik bila kita tetap fokus jalani kehidupan yang ada saat ini dengan sebaik-baiknya. Dengan tetap fokus dan menyibukkan diri jalani kehidupan kita sendiri, kita tak akan membuang-buang waktu dan energi kita dengan sia-sia.

Pada tanggal 18 2018 (RDF) berkenalan dengan salah seorang wanita yang bernama Inwati tepatnya di Ciawi Bogor, dimana saat itu Inwati dalam keadaan berbadan 2 atau hamil 6 bulan.

Karena RDF merasa iba dan kasihan setelah mengetahui keluh kesah Inwati saat mengalami kehamilan nya, lalu RDF mengajak jalan buat beli makan ayam frecyken di depan Ramayana tajur bogor pada tangal 18 Oktober 2018.

Sambil menikmati makanan yang sudah terhidang, lalu RDF mengutarakan keseriusan nya untuk menjalin hubungan serius dengan Inwati, dan Inwati juga menerima maksut dan tujuan baik RDF untuk menjalin Hubungan.

Seiring berjalannya waktu RDF dan Inwati melakukan pernikahan sirih pada Tanggal 15 Desember 2018, tepatnya di Desa kandangWangi RT/RW 02/04 Kelurahan Wanatawang Kecamatan Wanadadadi Kabupaten Banjarnegara.

Namun sungguh sangat disayangkan pernikahan sirih tersebut dilakukan secara sepihak tanpa memberitahukan kepada RDF jauh sebelumnya, RDF terkejut melihat sudah banyak warga di rumah Inwati.
pernikahan sirih yang dilaksanakan turut dihadiri ayah dan ibu Inwati, juga turut dihadiri pak RT bersama warga masyarakat setempat.
RDF sangat kaget ketika di suruh pakai kemeja putih untuk melaksanakan acara nikah sirih tersebut.

Dalam hal proses Nikah Siri tersebut RDF sebenarnya sangat merasa keberatan, namun karena menjaga harga diri dari Inwati, dengan keadaan terpaksa harus mengikuti proses Nikah Sirih itu, buktinya orang tua saya tidak mengetahui atau turut di undang, dan sebagai wali saya dihunjuk dari salah satu warga masyarakat,(Ujarnya).

Seiring berjalannya waktu, Pada tangal 23 Febuari 2019 Inwati di bawa ke puskemas wanadadadi untuk melakukan persalinan atau proses melahirkan, melalui hasil pemeriksaan saat itu Inwati dinyatakan pihak Medis terkena positif penyakit sipilis.
Karena keterbatasan peralatan medis yang belum memadai, terpaksa di rujuk ke rumah sakit islam bawang Banjarnegara.
Lagi-lagi tidak mendapatkan kamar persalinan, selanjutnya ke RSUD banjarnegara, juga sama halnya tidak ada mendapatkan kamar, dan setelah di RSUD Banyumas barulah mendapat kamar persalinan.

Pada tangal 25 Febuari 2019 Inwati telah melahirkn seorang bayi yang bernama Febriansyah karim yang terpaksa harus dipisahkan dengan ibu yang melahirkannya selama 7 hari, juga tidak diperbolehkan meminum ASI Inwati dan bayi dibawa ke ruangan bayi RSUD Banyumas, karena sebelumnya melalui hasil pemeriksaan saat itu Inwati dinyatakan pihak Medis terkena positif penyakit sipilis.

RDF sangat kecewa dan tidak terima atas perlakuan Inwati, karena atas pengakuan sebelumnya Inwati dihamili seseorang supir angkot yang ternyata supir angkot tersebut sudah mempunyai istri.
Beda lagi dengan pernyataan yang terakhir ini, dimana Inwati mengaku kepada saya kalau dia sudah mempunyai suami yang sah.
Saya merasa keberatan karena tidak diterima oleh keluarga Inwati atau tidak di akui seorang ayah dari febriansyah karim walaupun sudah melakukan nikah sirih.

Dari umur (0) bulan sampai tangal 24 April 2022 saya yang membiaya anak yang bermana Febriansyah karim, tapi kenapa saya tidak diakui sama keluarga Inwati dan warga kandangwangin kalau kami sudah melakukan pernikahan sirih..?

Padahal pernikahan sirih itu sepengatahuan aparat desa dan warga Masyarakat.
dan saya pernah mendatangin kantor desa kadangwangin dan bertemu dengan KADUS RT/RW 02/04 untuk mempertanyakan soal pernikahan sirih tersebut, ternyata acara nikah sirih Inwati bersama RDF tidak diketahuinya, acara nikah sirih tersebut cuma diketahui
perangkat desa kadangwangi RT/RW 02/04 wanatawang kecamatan Wanadadadi Kabupaten Banjarnegara,(Ujarnya).

Saya merasa keberatan dan tidak terima dengan perlakuan keluarga Inwati kepada saya, karena tidak mengakui saya ayah dari febriansyah karim dan juga semua warga kadangwangin RT/RW 02/04, wanatawang, kecamatan wanadadadi, Kabupaten banjarnegarea.

Kalau memang saya tidak diakui Inwati sebagai ayah dari Febriansyah, berarti itu hasil hubungan gelapnya dengan Cowok nya di Bogor, dan mohon segera membuat surat pernyataan agar biaya saya selama Febriansyah mulai dari umur (0) Bulan sampai tanggal, 24 April 2022 agar segera dibayarkan,(Ujarnya)

*RUDOLF*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.