Dugaan Ujaran Akun Facebook Dien Harahap Ketua DPRD Sergai Jalani Pemeriksaan Pertama Sebagai Pelapor

  • Bagikan

Medan, Buser45.com |Pemeriksaan perdana ini setelah ia melaporkan akun Facebook bernama Dien Harahap ke Polda Sumut lantaran dianggap menimbulkan ujaran kebencian terhadapnya.

Riski Ramadan Hasibuan datang didampingi kuasa hukumnya Alamsyah.

Dia mengenakan setelan kemeja batik lengan panjang berwarna putih dan cokelat keemasan serta memakai masker berwarna putih.

Kuasa hukum ketua DPRD Sergai, Alamsyah mengatakan akun Facebook Dien Harahap dituding memprovokasi masa Pemuda Pancasila Kabupaten Sergai melalui postingan hingga mereka mendemo kliennya pada 23 Maret lalu.

“Kasus itu kami ketahui pada tanggal 20 Maret postingan tersebut diposting oleh akun Dien Harahap pada tanggal 19 Maret dengan kalimat awalnya jangan kau membodohi masyarakat dokter Riski Ramadan. Dia menyebut nama clien saya,” kata Alamsyah, kuasa hukum ketua DPRD Sergai, Selasa (10/5/2022).

Alamsyah menyebut pihaknya juga sudah mengetahui siapa dalang dibalik akun Dien Harahap. Menurutnya akun itu digunakan oleh seorang bernama Syamsuddin Harahap.

Syamsudin Harahap disebut merupakan warga Dusun 13, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Pemilik akun sudah diketahui. Jadi FB atas nama Dien Harahap pemiliknya adalah atas nama Syamsudin Harahap warga Dusun 13 Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.”

Alamsyah menyebut, laporan ini bermula ketika anggota DPR RI Romo Syafi’i bertandang ke pekan Lelo di Kabupaten Sergai.

Disana dia disebut sempat menyatakan kalau Bupati Sergai, Darma Wijaya perlu diajari Pancasila lantaran menggusur lapak pedagang.

“Terkait pernyataan Romo Syafi’i yang menyatakan Bupati perlu diajari Pancasila.
Padahal Romo ngomong begitu benar, terkait persoalan pedagang Lelo yang saat itu dihancurkan lapaknya sama Satpol PP,” ucapnya.

Sementara itu, dalam postingan akun Facebook Dien Harahap meminta agar ketua DPRD Sergai, Riski Ramadan Hasibuan tak membodohi masyarakat.

Sebagai ketua DPRD Sergai Riski dianggap tak paham peraturan daerah.

“Jangan kau membodohi masyarakat pak Dokter Riski Ramadhan. Memang lupa ingatan atau memang tidak memahami,” demikian dikutip dari akun Facebook Dien Harahap yang ditulis pada 19 Maret lalu.

(HBS)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.