Pemkab Nias Barat Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 Jumat, 13 Mei 2022

  • Bagikan

Nias Barat, Buser45.Com |Asisten Administrasi Umum Setda Nias Barat Faigizatulo Halawa, SPd., MM menjadi pembina Upacara dalam Peringatan Hardiknas Tahun 2022 tingkat Kabupaten Nias Barat.

Pemerintah Kabupaten Nias Barat melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 di halaman Kantor Bupati Nias Barat. Lahomi Jum’at (13/5/2022).

Pelaksanaan upacara Hardiknas dimaksud mempedomani Surat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 28254/MPK/TU.02.03/2022 tanggal 22 April 2022 perihal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022.

Upacara peringatan Hardiknas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Nias Barat diikuti oleh seluruh PNS dan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Faigizatulo Halawa, S.Pd,.M.M bertindak sebagai Pembina Upacara.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Faigizatulo Halawa mengatakan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini merupakan bukti bahwa Indonesia tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Bahkan, kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya. Hari ini, lanjut Nadiem Makarim, merupakan bukti bahwa kita lebih tangguh dari setiap tantangan lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba”, ujar Nadim melalui sambutan tertulisnya.

Lebih lanjut, Menteri Nadiem menyampaikan bahwa di tengah hantaman ombak yang sangat besar, Pemerintah terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka Belajar merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu guru dan murid di masa pandemi, untuk mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kemudian, melalui kurikulum merdeka belajar, para murid tidak perlu khawatir dengan tes kelulusan, karena Ujian Nasional tidak bertujuan untuk menghukum guru dan murid, tetapi sebagai bahan refleksi untuk terus belajar.

(Wati Marulafau)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.