Begini Asal Usulnya Warga Desa Muryolobo Digorok Lehernya Hingga Tewas

  • Bagikan

Jepara, Buser45.com |Nasib tragis menimpa Muhamad Rondi,gegara nonton konser dangdutan pulangnya Pemuda lajang asli Rt6/1 Desa Muryolobo itu lehernya ditebas pedang.

Peristiwa terjadi Minggu15/5/ 2022 pukul 17.30 di depan Pasar gandu Desa Bendan pete Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.Korban perkelahian bernama Muhammad Rondi alias popon.

Peristiwa berawal
Sekira pukul 17.25 korban mengendarai sepeda motor honda Vario warna putih ber nopol K 5809 PQ bersama 2 orang temanya,pulang dari menonton dangdut di Resto Bambu Wulung Desa Ngembalrejo kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.

Dari arah selatan pasar Gandu turut Desa Bendan pete Kecamatan Nalumsari,Pelaku melihat Muhammad Rondi berboncengan tiga orang,kemudian dikejar oleh masa sekitar 25 orang.

Tepatnya Setelah sampai di depan warung makan” Ibu Melati” korban terjatuh dan terus berlari menghindari keroyokan masa menyelamatkan diri berlari ke arah pasar Gandu.Dan masa dengan bringasnya membawa parang tetap mengejar korban.

Sampai di depan pasar Gandu korban dikeroyok beramai ramai, dipukuli dengan batu,dan naas leher Korban pun di tebas dengan pedang tewas ditempat.

Selanjutnya pukul 20.00 tim inafis Polres jepara tiba dilokasi lakukan olah TKP dan identifikasi bersaman ditemukan barang bukti 3 pasang sandal Jepit swalow 2 warna putih dan 1 warna hitam serta 3 buah batu.

Pukul 20.30 mayat korban dibawa ke RSUD Kartini kabupaten Jepara sekaligus di autopsi.
Selanjutnya pukul 20.40
Tanggap dan Respon Cepat (FAST RESPON) Kapolres Jepara bersama TNI terjun ke lokasi kejadian dan menenangkan warga Desa Muryolobo dengan mengadakan dialog bersama yang diikuti ratusan warga.

Hadirnya Kapolres Jepara beserta unsur TNI dan Ketua DPRD Jepara,juga melibatkan Petinggi Desa Ngetuk,Petinggi Desa Karangnongko, Petinggi Desa Bungu,serta tokoh masyarakat dan Pemuda Desa Muryolobo.

Petinggi Desa muryolobo, menyampaikan keprihatinannya ,kejadian seperti ini sering terjadi dan warga selalu sdan sering jadi korban.”Saya berharap warga tidak melakukan tindakan pembalasan sehingga menimbulkan permasalahan baru, saya harap juga kejadian ini yang terakhir jangan terulang kembali”,tandan Orang nomor satu di Desa Muryolobo penuh prihatin.

Sementara Kapolres Jepara AKBP Warsono Pada bulan Ramadhan belum lama ini, sudah mengingatkan agar kejadian seperti ini tidak terjadi,
Menurut Warsono,Permasalahan tersebut akan menjadi atensinya sampai manapun Pelaku tetap dikejar dan tidak akan nyaman hidupnya.
“Tim saya sudah saya turunkan, saya akan menempatkan anggota saya setingkat pleton berada di balai Desa Muryolobo” tegas perwira bunga melati dua.

Diapun menambahkan,”Saya harap tokoh masyarakat tokoh pemuda dan masyarakat dapat menahan diri,apabila ada informasi yang mengerucut tolong sampaikan kepada kita agar kita bisa menindaklanjuti”,tegas Kapolres Jepara.

Sementara Haizul Ma,arif Ketua DPRD Jepara mengatakan, “Kita tentu mencintai kedamaian, mudah mudahan kejadian ini tidak terjadi lagi, saya akan mengawal permasalahan ini hingga selesai kita percayakan kepada polres jepara menangani permasalahan ini dengan tuntas”,ujar putra mantu Marzuki mantan Bupati Jepara.

Ditegaskan juga oleh Danramil 05/Mayong,agar hiburan dangdut di kecamatan Nalumsari dihentikan tidak diberikan ijin untuk meminimalisir kejadian serupa
sumber Intel TNI Jepara
Editor: @jipatigunawan buser45, jateng.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.