Riyanta DPR-RI Asal Pati Meminta Kepada Kawan – Kawan Terhormat Di Komisi II DPR-RI Sikapi Kejahatan Pertanahan Dengan Serius

  • Bagikan

Semarang, Buser45.com|Riyanta S.H mantan purnawirawan Polri sekaligus anggota DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),Selasa 17/5/2022 menghubungi kontak handphone teman lamanya jurnalis era orde baru N.Ajipati Gunawan agar membantu mengungkap persoalan kasus mafia pertanahan.

Riyanta adalah Ketua umum Gerakan Anti Mafia Tanah (GAMAT) bersama Jurnalis yang malang melintang dari cetak hingga online, adalah hal biasa dilakukan menyeret berbagai oknum pejabat korup di Jawa tengah.
Dia selalu berpesan via telepon selulernya. “Jangan lupa Buuung, selalu menyuarakan kebenaran membantu masyarakat,bantu saya ya.. tenaga dan pikiran anda sudah saatnya dibutuhkan Indonesia dan bukan dilevel Regional lagi,” Pesan Riyanta yang selalu melekat dengan kaum akar rumput.
Diapun menambahkan dengan suara pekik “Salam keadilan”, tandasnya via Handphone Selularnya di kantor GAMAT Semarang Jawa tengah.

Pekik suara salam keadilan digaungkan Riyanta, terkait banyaknya masyarakat yang menghendaki permintaan Advokasi dengan Kejahatan Pertanahan akhir akhir ini.

Kader PDIPerjuangan kelahiran Sleman itu,meminta kepada teman temannya yang duduk di Komisi II DPR-RI dengan kerelaannya membongkar total kejahatan pertanahan melalui sistem nasional.

Menurut Riyanta,kata kuncinya antara lain, Kontruksikan kembali pasal 17 UU no14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.Sebab menurut nya lagi,dipasal tersebut dokumen Warkah atau alas hak sebagai pendaftaran tanah merupakan dokumen yang dikecualikan untuk publik.

“Kita lihat diatas dokumen Warkah merupakan kunci untuk membongkar kejahatan pertanahan.Bahkan ada badan khusus atau lembaga yang khusus menangani kasus kejahatan pada lembaga Polri”,ujar Riyanta yang Ketua umum GJL ( gerakan Jalan Lurus) yang getol membongkar kasus kejahatan oknum demi membela masyarakat.

Dewan asal Pati itu juga mencontohkan, seperti Densus 88 juga dibentuk Direktorat anti kejahatan pertanahan.
Dia juga menegaskan, “Komisi II DPR-RI bersama mitra NGO dan media untuk bekerja sama yang positif itu tugas mulia bagi bangsa dan negara”,terang Riyanta sembari menutup Handphone selulernya.

Sumber: Humas dan staf Komisi II
Editor: @jipati gunawan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.