Mendirikan sebuah yayasan anak anak Yatim Dan panti Jompo Soekinto Adalah Cita-Cita Saya 27 Tahun yang Lalu Bersama Bankie Soekinto

  • Bagikan

Wonosobo Sigaluh, Buser45.Com |Jatuh bangun saya mendirikan sebuah yayasan adalah tantangan yang hampir pupus ditengah jalan tpi demi sebuah cita cita saya tidak boleh menyerah dengan tantangan.

Saya pikir Dulu mustahil saya bisa mendirikan sebuah yayasan karena saya terlahir dari keluarga yang tidak mampu dan tdk berpendidikan tinggi tapi saya tidak menyerah dan terus belajar
2012 Saya bergabung dengan maklar sedekah Wonosobo bersama Teman Teman Wonosobo yang dibawa Naungan ustadz Yusuf Mansyur dan pak Haji imam Wonosobo.

sedekah nasi bungkus Setiap hari’Jumat di masjid masjid Setiap perjalanan saya ke wonosobo Saya Selalu berfikir kenpa saya Tidak mendirikan Yayasan di banjarnegara
Itulah yang selalu menjadi pertanyaan Dalam harikuTapi saya tidak punya koneksi siapapun dibanjarnegara
Akhirnya saya buka Facebook dan Allhamdulillah saya dipertemukan Dgn pak musngadi, pak Slamet Seto muharjo dan pak marwono.

akhirnya saya bergabung dengan beliau diyayasan PSYDI (perduli Sehat Yatim Dhuafa Indonesia)
Selama 1thun Sebagi pengawas di PSYDI
Disitulah saya menambah ilmu dan wawasan Ttg organisasi.

Selma satu Tahun Karena sesuatu hal akhirnya saya mengundurkan diri sebagai pengawas di PSYDI dan mendirikan Yayasan Rumah sedekah Banjarnegara bersama pak musngadi dan pak Slamet Seto muharjo dan Allhamdulillah bertahan selama Satu tahun.

Tahun hari ulang tahun Rumah sedekah Banjarnegara
Karena ada sesuatu hal yang menurut saya dengan sesama pendiri akhirnya saya mengundurkan diri dri Rumah sedekah Banjarnegara.

Hari Minggu tgl 28/7/2019, Sukinah bersama Pak Slamet Seto muharjo
Pak Supriyadi bertemu Dirumah nya bpk haji’ Suraji menyatakan mendirikan Yayasan GRIYA SEHAT Yatim Dhuafa Banjarnegara
Liku liku mendirikan Yayasan GRIYA SEHAT Yatim Dhuafa Banjarnegara adalah tantangan yang luar biasa’.

cemuhan caci maki dan berkali kali fitnah dan hujantan saya terima tapi saya pantang mudur Kenapa untuk terus berjuang mendirikan Yayasan GRIYA SEHAT yatim dhuafa Banjarnegara Karena sejak saya bangun dri koma saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk mengabdikan diri untuk umat setelah saya berkali kali terbangun dri koma karens sakit’ yang saya alami penyakit yang selama ini saya tutupi,

Berapa tahun Yang lalu dokter pernah mewonis saya umur hanya bisa bertahan tdk Lebih dri 6 bulan krn sakit saya penyumbatan dan kanker otak dipembuluh otak yg harus di oprasi di arab Saudi ketik saya haji’ 2018 saya sempat coma selama 8 Jam Di saat koma itulah keajaiban datang ada seorang anak kecil Ank Yatim yang selama ini saya bantu yg menolong dan membangunkan saya masih teringat pada waktu ketika saya di nyatakan mati suri Ank kecil itu datang dan berkata ibu jangan tinggalkan kami ibu jangan tinggalkan kami ibu jangan tinggalkan kami Dan disaat itulah ketika dokter menyatakan saya udah mau meninggal keajaiban datang doa Anak yatim mengetuk pintu langit membuka mata saya

berlahan lahan terbuka dan Allhamdulillah sampai hari ini saya Masih bertahan hidup
Yang tadinya hampir dua Minggu sekali saya bisa koma berjam jam Allhamdulillah Berkat doa Keluarga sama Ank anak Yatim Dhuafa Dri teman teman Allah SWT berikan saya kesempatan panjang umur sampai hari ini Tanpa operasi.

saya selalu bersyukur saya didampingi oleh Klrg Teman teman dan Pak Slamet Seto muharjo sesama Pendiri GSYD yang selama ini selalu menspot.mendampingi saya mungkin tanpa beliau GSYD tidak akan seperti ini Tanpa mengenal lellah pak selamat Seto muharjo Sellu ada Disaat saya membutuhkan Tenaga pikirannya materinya membantu berdiri nya GSYD.

Tangal 15/11/2020 Berdiri nya Gedung Utama GSYD adalah perjuangan yang sangat lah luar biasa karens saya hanya mempunyai modal nekat Hanya punya modal Tanah dan uang Rp 2000.000. Kami berani mendirikan gedung utama GSYD, sampai saya dibilang wanita grasa groso.

tapi Allhamdulillah Berkat sport yg luar biasa tanpa mengenal lellah selama 43 hari pak Seto mas nilam mas olan tim KPU/GSYD Dan semua donatur dan dan relawan relawati masyarakat desa Prigi Karanganyar Rt/ Rw. 02/ 04 Dari kumunits yg membantu akhirnya berdirilah gedung utama Dengan menghabiskan Dana Rp _+243.000.000, tanpa bantuan dri pemerintah
Pd tgl 21Januari 2021 diresmikan
Gedung utama GSYD Dan Allhamdulillah Pada Tanggal 12 Oktober 2021 berdiri lah Dua gedung panti Jompo hasil sumbangan ulang tahun saya dri Anak saya dan keluarga besar Bankie soekinto yg di Australia,

Besar nya sebuah yayasan GSYD tdk lepas dri sport dan perjuangan para donatur dan relawan relawati GSYD dan pengurus yg tnpa pernah mengenal lellah tanpa digaji untuk berjuang membesarkan GSYD dan panti Jompo Soekinto GSYD Ucapan terima kasih kepada semua Donatur GSYD dan semua pengurus GSYD dan keluarga besar GSYD
Atas kerja sama nya selama ini Semoga Amal jarizahnya mereka semua ditrima Allah SWT aamiin.

(Rudolf)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.