SOSIALISASI NON-PERDA: Optimalkan Desa Wisata di Era Tatanan Baru

  • Bagikan

Banjarnegara, Buser45.com |Wakil ketua DPRD Provinsi Jateng, Ferry Wawan Cahyono, S.Pi, M.Si sia.p mendukung pengembanan Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan menjadi desa wisata unggulan. Hal tersebut dikatakan Wakil ketua DPRD Provinsi Jateng, Ferry Wawan Cahyono, S.Pi, M.Si ketika melakukan kunjungan wisata di kedua desa tersebut, *_Jumaat (20/5/2022)._”

Banjarnegara – Provinsi Jateng memiliki banyak desa yang berpotensi di sektor pariwisata. Di Banjarnegara, ada beberapa desa yang dapat diangkat potensinya menjadi desa wisata.

Seperti diutarakan Pembina Badan Promosi Wisata Banjarnegara Sudaryo dalam ‘Sosialisasi Non-Perda’ dengan tema ‘Mengoptimalkan Desa Wisata di Era Tatanan Baru’ di Sabinku Cafe & Resto Kabupaten Banjarnegara, Rabu (25/5/2022). Ia mengakui ada beberapa desa di Banjarnegara yang layak dijadikan desa wisata seperti desa di Dieng.

a sendiri mengaku sudah melakukan pendampingan/ pelatihan terhadap warga desa dan pengembangan BUMDes. Hanya saja, ia juga mengaku cukup sulit mengubah mindset warga terhadap konsep desa wisata.

“Desa wisata itu sangat menguntungkan bagi warga setempat karena bisa meningkatkan perekonomian. Untuk itu, setiap warga dipacu lebih kreatif menciptakan karakter desanya agar dapat dikunjungi wisatawan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono selaku narasumber utama dalam acara itu mengaku sependapat dengan ide desa wisata tersebut. Karena, desa wisata mampu menggerakkan perekonomian untuk mengurangi kemiskinan, terlebih pasca pandemi ini.

“Ayo, semangat berkontribusi untuk meningkatkan desa wisata. Karena, DPRD sendiri sangat concern terhadap munculnya desa wisata. Hal itu tertuang dalam Perda Provinsi Jateng Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengembangan Desa Wisata,” kata Politikus Golkar.

Kontribusi masyarakat itu dapat dilakukan dengan memasarkan potensi desa, salah satunya melalui media online. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, maka desa wisata lebih dikenal luas.

“Potensi desa itu dapat dipasarkan melalui media sosial. Kami (DPRD) siap mendukung pengembangan desa wisata yang ada di Banjarnegara dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder. Ini salah satu upaya pengungkit ekonomi pasca pandemi,” tandasnya.

(Rudolf )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.