Tanggal 4 bulan 4 1970 jam 4 sore Kak Seto pertama mengabdikan diri untuk Anak Indonesia

  • Bagikan

Jakarta, Buser45.com |Kebulatan tekat dan kecintaan pada Dunia anak-anak Menghantar Dr Seto Mulyadi S.Psi.M.Si

Kepada Pak Kasur & Ibu Kasur di Tahun 70 an

Kisah sejati Kak Seto mengawali Kariernya pada Kecintaannya pada dunia Anak di Indonesia.

Lahir di Klaten Jateng tanggal 28 Agustus 1951 Silam.
San juara umum pada saat Kanak kanaknya kelas V SD di Klaten pernah menjuarai olahraga tenis meja (Pimpóng red) menceritakan pengalaman uniknya yang pada saat kecilnya dipadati segudang kegiatan dari Tari jawa, olahraga menggambar, menyanyi, Pencak silat, untuk membuang Energí berlebih oleh sang ibunda tercintanya pada saat kecilnya itu.

Dengan gaya khas tatanan rambut ala The Beatlles Kak Seto membulatkan tekat untuk Hijrah ke Jakarta dar dari surabaya, saat dirinya tidak lulus daftar di Universitas Airlangga Fakultas Kedokteran bersama kembarannya Kak Krisno.

*•Sempat hidup layaknya Gelandangan selama 7 bulan dijakarta*

Perjañanannya ke Ibukota Jakarta tidaklah mudah dan banyak memberikan pengalaman pahit, bahkan sempat Jadi terombang ambing seperti layaknya Gelandangangan kenangnya. dan itu semua membuat nya makin dewasa dalam melangkah, dan kenangannya semasa melewati perjalanan yang menurut nya tak ubahnya gelandangan karna tidur diemperan toko dan bermodal bakat menyanyinya dengan suara Yang lumayan baik dia sempat mengamen menggunakan Akulele (Guitar berukuran Kecil red) yang disewanya dari kenalan semana pengamen saat Itu dan Kak Seto tetap menutup jatidirinya yang nyata seorang anak Yang hidup berkecukupan.

Sampai saat iní bila merayakan Hari ulang tahun nya kak seto selalu terkenang akan kisah nya Dulu dan turun kejalan dengan merubah penampilan layaknya seorang pengamen (Ményamar red) untuk mengingat masalalunya.

*• Awal Karier Menjadi Asisten Pak Kasur*

Kak Seto Mulyadi melihat tayangan acara Anak-anak Tamañ Indria yang di asuh pak kasur dan itu menumbuhkan keinginan kuat dirinya untuk mengikuti jejak Sang Marstro Anak-2 dijaman nya.
Kak Seto nekat ke Tvri dengan niat bertemu dengan pak kasur/bu kasur. Di Tvri di sana Kak Seto mendapat penjelasan dari Pegawai tvri saat Itu bahwa beliau hanya sore saja saat memandu acara ada di Tvri.
Kalau mau ketemu dirumah beliau saja sambung pegawai yang ramah tersebut, dijalan Kebun Binatang IV/no 2 disebrang Taman ismail Marzuki seputaran Cikini Jakarta pusat, tidak membuang waktu lama kak Seto tiba dialamat pak kasur dengan berjalan kaki dari tvri ke cikini bukan main jauh nya, dan disambut pak kasur dengan ramah dan terkesan bijaksana, kak Seto dengan sukacita memperkenal kan diri bahwa dirinya calon Mahasiswa Universitas Indonesia (UI red) dan kak Seto mengutarakan keinginan nya untuk menjadi asisten tanpa digaji juga nggak apa2 ungkap kak seto, pak kasur mengatakan boleh datang ke tamañ Situlembang dek, wilayah daerah Menteng Jam 4 disore itu juga, dan saat datang tepat pada tempat yang ditentukan,saya diperkenalkan kepada beberapa ibu,bahwa ini asisten saya namanya Kak Seto, calon mahasiswa UI , mulai saat itu lekat nama kak seto sampai sekarang,.saya baru ingat diawal saya bertemu pak kasur tanggal 4 bulan 4 (april) jam 4 sore. Dan tiap tanggal 4 april merupakan hari pertama saya mengabdikan diri didunia Anak-anak.

Pesan pak Kasur pada kak Seto tanggal 23 September 1970

*”Dek ingat ya kalau saya Mati adek yang gantikan saya didunia Anak-anak”*

Pesan pak kasur antusias seolah dapat melihat potensi kak Seto yang saat Ini tetap pada Dunia Anak di Indonesia. Pak Kasur lah guru besar saya ucap kak Seto mengerling mengingat perjalanan karier saya yang saat ini sudah 50 Tahun saya géluti.

( Rudolfsiva / Rusman Haspian )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.