Bolone Ganjar Gayeng (BoGanG Kudus) Mengadakan Halal Bi Halal dan Memperingati Hari Lahirnya Pancasila

  • Bagikan

Kudus, Buser45.com |Puluhan relawan Gajar Pranowo yang tergabung dalam wadah Bolone Ganjar Gayeng (BoGanG Kudus) Rabu malam (01/6/2022) mengadakan Halal Bi Halal sekaligus memperingati hari Lahirnya Pancasila di rumah bapak Dewan Penasehat BoGanG (Bambang Sumardiyono, SH) Jln. Perum Djarum Desa Getas Pejaten, Kecamanan Jati, Kabupaten Kudus.

Menurut ketua panitia Anton, Acara Halal bi Halal sekaligus memperingatan Hari Lahirnya Pancasila mengusung tema “Merajut Persatuan, Menepis Perbedaan dan Mempererat Persaudaraan”, Komunitas relawan Bolone Ganjar Gayeng (BoGanG Kudus) ini harus semakin solid, kita disini adalah satu keluarga mari kita tunjukkan keberadaan BoGanG dengan rasa kebersamaan dalam berkarya dan berdharma bakti untuk bangsa ini, tandasnya.

Sementara koordinator Relawan Bolone Ganjar Gayeng (Suroso, SH) mengatakan, acara malam ini merupakan momentum yang sangat berkesan karena acara Halal Bi Halal ini bersamaan dengan Hari Lahirnya Pancasila, keberadaan kita disini karena ada niat yang sama dan hati yang saling terikat dalam satu tujuan yaitu mendukung dan menjadikan bapak Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia tahun 2024.

Dengan adanya acara halal bi halal ini semoga kita semua dapat kembali suci lahir dan batin seperti nama kota kita “Kudus” Al Quds yang artinya Suci

Terkait Lahirnya Pancasila adalah suatu gagasan yang luar biasa dari Soekarno dimana Pancasila merupakan satu pilar untuk menyatukan bangsa Indonesia ini yang terdiri dari berbagai pulau, suku, bahasa, agama dll.

Senada disampaikan Dewan Penasehat (Bambang Sumardiyono, SH) bahwa keberadaan kita disini karena unsur perekat dari ketokohan Ganjar Pranowo artinya, tidak ada Ganjar Pranowo tidak ada BoGanG, tidak ada BoGanG tidak ada kita. Semoga acara malam ini membawa berkah dan manfaat untuk bangsa dan negara kedepan.

Memang benar Pancasila ini harus kita pegang dan kita lestarikan karena Pilar keberadaan negara Indonesia ini ada 4; yang pertama Pancasila, yang kedua UUD 45, yang ketiga Bhineka Tunggal Ika dan yang keempat NKRI, jadi tidak ada alasan bagi sekelompok orang di Indonesia untuk menggantikan Pancasila dengan paham khilafah.

Mari kita tetap pegang Pancasila sebagai unsur untuk “Merajut Persatuan, Menepis Perbedaan dan Mempererat kebersamaan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia; Tegasnya.

Akhir kata Beliau mengapresiasi kepada panitia dimana acara BoGanG malam ini ada moment menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila.

(Yanto-Buser45)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.