Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis S.E.MM.Meresmikan BOLI PANGGAH BIPOKAT Diacara Gowia Sowa ke 182

  • Bagikan

 

Bengkayang, Jum.at.3/6/2022 Buser45.com-, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis,SE.MM beserta istri Ny. Anita S. Darwis mengikuti pekan gowia Sowa  Dayak ke 182 di Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang,

Bupati Bengkayang juga menyampaikan ucapan selamat untuk ketua panitia dan Stak Holder yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Gowia Sowa ini,karena ini juga Telah berdiri nya BOLI PANGGAH BIPOKAT   Kampung Budaya Bung Kupu”ak .ini merupakan wujud nyata dari kecintaan kita untuk tetap melestarikan adat dan budaya kita”

Jangan sampai masyarakat adat kurang peduli dengan adat istiadat dan bahkan melupakan adat dikarenakan beralih dengan budaya modern,karena jika kita tidak diorganisir dengan baik maka akan hilang dengan sendirinya oleh perkembangan Teknologi seperti saat ini.

Selanjutnya,Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis juga mengatakan bahwa Jagoi Babang ini  adalah pintu masuk terdekat dengan Serawak Malaysia,kita harus tunjukan bahwa Dayak berdaulat bebas aktif,harus mandiri dan kepribadian dalam berbudaya ketika orang menghilangkan budaya maka akan kehilangan jati dirinya,untuk harus bisa dipelihara dan dijaga adat budaya dijagoi babang ini.

Akan terus bersatu,bangkit dan tumbuh milikilah rasa cinta terhadap seni dan adat budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh Para Pendahulu. Sebab dengan demikian niscaya bangsa ini akan kuat dan berkarakter dalam kebudayaan.

Hal ini sejalan,dengan pasal 32 ayat 1 undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 yang berbunyi “Negara Memajukan Kebudayaan Indonesia ditengah peradapan dunia,dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”, dan undang-undang nomor 5 tahun 2007 tentang pemajuan Kebudayaan.

Pada tahun 2008 telah menetapkan alat musik tradisional “Silotuang”, sebagai salah satu warisan budaya Takbenda (WBTP) Indonesia oleh menteri pendidikan dan kebudayaan yang terdapat di Jagoi Babang, kabupaten bengkayang dan dinobatkannya bung kupuak sebagai kampung adat terbaik se-Indonesia dalam ajang lomba kepariwisataan nasional anugrah pesona Indonesia tahun 2019 oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif”,

Ini tentu merupakan keberhasilan yang harus kita apresiasi bersama,yaitu dengan cara membenahi  tata cara kelola destinasi budaya dan pariwisata daerah ini, agar bisa memberikan nilai tambah bagi kelompok dan masyarakat sekitar,mengembangkan event perbatasan,mengembangkan pusat oleh-oleh dan pusat kuliner,mengembangkan desa wisata jagoi babang untuk menggerakkan pembangunan budaya dan pariwisata desa oleh masyarakat dan untuk masyarakat dan terus meningkatkan upaya promosi.

Melalui perhelatan budaya yang ada,salah satunya lewat Gowia Sowa ini diharapkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam komunitas sanggar BI Jagoi dan Tim Pemajuan Kebudayaan desa Jagoi Babang serta kelompok sadar wisata.

Peraturan daerah kabupaten bengkayang 3 tahun 2000 tentang pemajuan Kebudayaan daerah serta peraturan bupati nomor 64 tahun 2020 tentang pemajuan kebudayaan kabupaten bengkayang, melalui instansi terkait memiliki komitmen yang kuat,untuk terus mendorong dan memberdayakan potensi budaya agar tetap lestari. Dan terus berkembang serta dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat Jagoi babang  dan sekitarnya”,

Bupati Bengkayang pun Diperliatkan langsung budaya yang ada di perbatasan seperti..Tarian Burung yang dari SMA.1 Jagoi Babang dan ada beberapa sanggar seperti Tarian.Nyoku.ap dari SMP.1 Jagoi Tarian Piring dari Risau.Juga ikut di tampil kan Panitia GOWIA SOWA ke 182 ini..Pungkas.Kepala Desa Jagoi Babang.Dedeng Spd.

(MOHLIS)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.