Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Nias Barat TA 2019 Diduga Fiktif

  • Bagikan

Nias Barat, Buser45.com |Pembangunan Tempat pembuangan sampah (TPS) Pada TA. 2019 Dari DANA DBH Provinsi Sumut Senilai Rp.400 Juta pada LKPJ Sudah terealisasi, namun Ketika Tim LSM KCBI Melakukan Investigasi di Lapangan Pembangunan diduga TPS tersebut Fiktif.

Pembangunan Sanitasi Air Bersih Anggaran 2018-2019 sesuai hasil investigasi LSM KCBI bersama beberapa awak Media di lapangan, ada yang selesai tapi tidak berfungsi, apa lagi yang tidak selesai lebih tidak befungsi, untuk bukti di lapangan sendiri telah di Serahkan ke Kejari Gunungsitoli.

Pembangunan tengki septic pada TA. 2019 dari Dana Dak Afirmasi, dengan nilai Anggaran 2.918.319.000,- (Dua Milyar Sembilan Ratus Delapan Belas Juta tiga ratus sembilan belas ribu rupiah) tidak jelas.

Dikutip dari Berita Tribrata TV. pada tanggal 11/02-2021, Aneh Kadis PRKPLH Nias Barat tidak tahu Lokasi Proyek 3 Miliar.

Ketika Ketua LSM KCBI tindak lanjuti surat laporan aduan tersebut di kejari Gunung sitoli Pada Bulan September 2021 yang lalu jawaban Kasi pidsus kejari Gunung sitoli, “ Kita ungkap setelah Saya lihat Lporan Itu karena Saya baru Di Pidahkan Di kejari Gunung sitoli Ini.” Ucap kasi pidsus.

Pada bulan februari ketua LSM KCBI mencoba pertanyakan lagi ke kasi pidsus sehingga Ketua LSM KCBI menyatakan kalau tidak bisa di tindak Lanjuti penaganan kasus ini, “ Saya Laporkan ke Kekejagung RI.” Kata Ketua LSM KCBI.

di jawab Kasi pidsus Alis S.T., “ Silakahkan saja Itu saja jawaban saya seandainya di pihak pengawasan kejaksaan menanyakan kasus itu dalam keadaan Proses tuturnya karena Kasus itu pernah di tangani Bagian Intel kejari gunung sitoli adi sebutkan.

Kemudia LSM KCBI Nias Barat Peryanyakan Ke bagian Intel Kejari Nias Sampai di mana penanganan Kasus yang di laporkan LSM KCBI tersebut,Salah satu Anggota Intel Kejari gunung sitoli menyebutkan Bahwa kasus itu kami sudah turun kelapangan Sudah Selsesai katanya.ketua LSM KCBI Sampaikan Kalau memang Kasus itu tidak benar ya sudahDi SP3 kan sama saya dan buat surat pemberitahuan ke pada lembaga KCBI.

Untuk itu, LSM KCBI meminta kepada Kepala Kejaksaan Agung RI segera menidak-lanjuti, laporan surat dugaan Korupsi di Dinas PRKPLH Nias Barat, karena Di Duga Kejari Gunung sitoli cq.pidsus Berdalih menangani kasus tersebut.laporan pengaduan Indikasi Korupsi tersebut lebih.

1 (satu) tahun lamanya,diduga Sudah Di makrak di kejari agunung sitoli.Dan perluh juga KPK periksa Kejari Gunung sitoli sumatera utura itu karena kasus masih Banyak yang Tidak Di naikan Di pengadilan Ada Apa Dengan kinerja Penegak Hukun NKRI Ini?minta tegas Ketua LSM KCBI Nias Barat.

Selanjutnya Ketua LSM KCBI Nias Barat Sabar Halawa Beserta Masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya, meminta agar Kepala Kejaksaan Agung RI turun tangan menangani dugaan Korupsi di Dinas PRKPLH Nias Barat tersebut, yang mana telah di laporkan Ketua LSM KCBI Nias Barat kepada Kejari Gunung Sitoli Sumatera Utara, karena di anggap sampai saat ini, tidak ada titik terang untuk penanganan dari Jaksa Negeri gunung Sitoli.

Sesuai Hasil Konfirmasi Ketua LSM KCBI Kabupaten Nias Barat Sabar Halawa kepada Kepala Kejagung RI melalui pesan Whatsapp pada tanggal 1 mei 2021 terkait Laporan Masyarakat, akhirnya Kepala Kejaksaan Agung mengatakan dengan balasan masih melalui pesan whatsapp, bila seandainya tidak cepat di respon laporan oleh Kejari Gunung Sitoli atau ada Oknum Jaksa Melakukan penyalaguna Wewenang di minta nya agar di Laporkan tegasnya. (Wati Marulafau)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.