Ini Kronologi Pengeroyokan Anak di Kudus Sampai Ayahnya Wadul Jokowi Dan Kapolri

  • Bagikan

 

Kudus, Buser45.com |Surachmat (38) seorang ayah di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah meluapkan kekecewaanya meminta keadilan untuk kasus pengeroyokan yang menimpa anaknya yang berusia 18 tahun. Kasus itu terjadi sekitar enam bulan lalu.

Anaknya menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang di sekitar kompleks perkantoran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Kejadian pengeroyokan itu terjadi pada 2 Desember 2021 lalu. Sebelum kejadian, putranya dan seorang temanya tengah membeli rokok di sebuah warung di desa setempat. Saat itu, ada sekelompok pemuda lain yang juga warga sekitar tengah nongkrong dan minum-minuman keras.

“Kejadian sekitar jam 00.30 WIB. Saat itu teman anak saya dipalak rokok tapi tidak dikasih. Setelah itu anak saya dan temanya dibuntuti dan dicegat, terus dipukuli. Anak saya melerai malah diancam kalau ketemu di jalan mau dibunuh. Pelaku satu desa tapi tidak pernah kumpul,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Sepekan setelahnya saat anaknya pergi bersama temannya tersebut, anaknya dipepet di jalan oleh beberapa pemuda dan melontarkan kata-kata jorok.

“Setelah anak saya berhentikan, langsung dari belakang MM (tersangka, red) itu nonjok muka, terus beberapa kali dihantam pakai benda keras sampai patah rahangnya. Itu dikeroyok empat orang, tapi yang tahu orangnya cuma MM sama MH atau Dongso, itu malah masih kerabat,” ungkapnya.

Usai dipukuli, para pelaku lantas mengantarkan anaknya ke rumah dan ditinggalkan begitu saja di depan rumah dengan kondisi babak belur dan tubuh penuh luka. Keesokan harinya, Surachmat kaget melihat putranya sudah tergeletak di depan rumah.

Spontan, lantas ia pun melaporkannya kejadian tersebut ke Polres Kudus.

“Saya kira itu sudah dibuntuti para pelaku. Sampai tahu kalau anak saya keluar sampai ke Wergu terus pulang-pulang dicegat,” ujarnya.

Karena sudah enam bulan dan pelaku pengeroyokan belum ditahan, ia pun membuat video yang berisi curhatan. Ia wadul ke Presiden Jokowi dan Kapolri agar kasus yang menimpa anaknya bisa segera dituntaskan.

(Yanto Buser45)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.