Aksi Unjuk Rasa Dari Gabungan Mahassiswa, LSM Dan Ormas di Kota Makassar

  • Bagikan

Makassar, Buser45.com |Pada tanggal 13 Juni 2022 pukul 09.30 Wita, di Kantor Pengadilan Negeri Makassar Jl.Kartini Kec. Ujung Pandang Kota Makassar, sekitar 50 orang dari Gabungan Mahassiswa, LSM dan Ormas dpp Sdr.Hendra Alias Aco (Jenlap) melaksanakan aksi unjuk rasa terkait proses Eksekusi Lahan yang berada di Jl.Ir.Sutami Makassar, Nomor : 246/PDT.G/2017/PN.Mks.

Aksi berorasi secara bergantian dengan menggunakan sound system di atas mobil Grand Max Warna Biru Nopol DP 8497 EA, dengan membentangkan sepanduk bertulisan sbb :

KETUA PENGADILAN NEGERI MAKASSAR
HARUS BERTANGGUNG JAWAB KETIKA TERJADI PERTUMPAHAN DARAH DI DALAM PELAKSANAAN EKSEKUSI NOMOR
23.EKS/2020IPN.MKS JOUNTO NOMOR: 246/PDT.G/2017/PN.MKS” OLEH KARENA:

.TERJADI PERBEDAAN ANTARA ISI AMAR PUTUSAN DENGAN OBYEK YANG AKAN DI EKSEKUSI

TELAH DILAKUKAN EKSEKUSI SEBANYAK DUA KALI

PERKARA NO: 246/PDT.G/2017/PN.MKS ADALAH “NON EXECUTARLE” EKSEKUSI NO:23.EKSPDTI2020 JOUNTO No: 248PBT2017PN.MKS ADALAH NON EXECUTABLE
WARNING EKSEKUSI INI ADALAH PESANAN “MAFIA TANAH HUKUM ”

*Adapun tuntutan aksi sbb:*

Mohon Netralitas Aparat Keamanan Didalam Pelaksanaan Eksekusi Nomor :
23.Eks/2020/PN.Mks Jounto Nomor : 246/PDT.G/2017/PN.Mks. Sesuai surat
undangan nomor : W22.U1/2582/HKM.02/VI/2022. Pada tanggal 07 Juni 2022

Mohon Pihak Keamanan Berkordinasi dengan Pihak Pengadilan Negeri Makassar
Untuk Memperlihatkan data-data yang valid dan jelas sesuai isi amar putusan
nomor : 246/PDT.G/2017/PN.Mks.

*Inti orasi sbb:*

Bahwa isi amar putusan tidak sesuai dengan obyek yang akan di eksekusi. (mohon pihak pengamanan dan pihak pengadilan mampu memperlihatkan data tersebut).

Bahwa pelaksanaan eksekusi tersebut telah dilaksanakan sebanyak dua kali. (mohon
perhatikan lampiran berita acara eksekusi)

Bahwa sesuai hukum acara perdata jika pelaksanaan eksekusi ataupun konstateriing
telah dilakukan dan pihak pengadilan tidak dapat menemukan obyek perkara yang sesuai dengan isi amar putusan, maka ketua pengadilan haruslah mengeluarkan
penetapan “NON EXECUTABLE”
Demikianlah surat ini kamu sampaikan kepada bapak, Atas kerjasamanya dengan ini kami tak akan lupa untuk menghaturkan ucapan banyak terima kasih.

4 orang perwakilan massa diterima oleh Humas PN Makassar Bpk.Sibali,SE,SH., diruang mediasi dengan tanggapan sbb :

*tanggapan Pihak perwakilan massa*

Tujuan aksi kami ingin ketemu langsung dengan ketua Pengadilan.

Sebelum pelaksanaan eksekusi Pengadilan tidak melakukan Peninjauan Setempat, jadi lokasi yang dimaksud Non Executable (Error).

Jika upaya hukum yang kami lakukan dimenangkan, kami mohon untuk dipulihkan.
– Kami curiga adanya oknum yang bermain dalam perkara ini

*tanggapan Pihak Humas PN :*

Ada memang kesalahan Tanggal dan Tahun, tapi esensi pelaksanaan Eksekusi tetap dan tidak ada perubahan.

Apa yang saudara sampaikan saya akan sampaikan ke pimpinan karena saya tidak punya kapasitas untuk hal ini, dan akan saya teruskan ke Panitra yang menangani.

Ada Penyampaian dari Pak Ketua melalui pak Suyuti, bahwa “kalau memang Pak hendra Cs menang dengan perlawanannya, maka kita akan Pulihkan”.

Jika memang ada oknum yang bermain seperti yang sdr sampaikan, silahkan laporkan.

Randy

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.