Santunan Kematian Komitmen Bupati Kudus Bantu Warganya

  • Bagikan

Kudus,  Buser45.com | Keharuan nampak di mata Siti Aminah. Sebagai ahli waris dari almarhum Murkan, ayahnya, dirinya menerima santunan kematian dari Bupati Kudus Hartopo. Siti menyampaikan bantuan itu digunakan untuk mengganti biaya pemakaman ayahnya.

Pesan Siti Aminah ditemui usai menerima bantuan di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (14/6).

Siti Aminah bercerita ayahnya meninggal karena sakit menahun. Semasa hidupnya, ayahnya tak bekerja. Begitu juga anggota keluarga lainnya yang bekerja serabutan. Adanya santunan dari Pemerintah Kabupaten Kudus turut membantu untuk meringankan beban.

Dirinya bersama 124 ahli waris lainnya menerima santunan kematian dari Bupati Kudus. Setiap ahli waris diberi santunan sebesar satu juta rupiah. Program tersebut memang digagas Bupati Kudus Hartopo sejak masa kampanye untuk meringankan biaya pemulasaran jenazah warga kurang mampu di Kudus.

Hartopo mengungkapkan nominal tersebut memang jauh dari sempurna. Belum cukup untuk membiayai keseluruhan kebutuhan dari pemulasaran sampai dengan pemakaman. Oleh karena itu, tahun depan, bupati mengupayakan agar nominal santunan kematian dapat ditingkatkan.

Santunan yang direncanakan sehari cair juga masih terus diupayakan. Hartopo mengungkapkan sebelum diserahkan, dinas terkait melakukan verifikasi apakah warga meninggal masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga memerlukan waktu sampai santunan benar-benar diserahkan.

Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kudus Mundir menyampaikan Pemerintah Kabupaten Kudus menganggarkan dana 2 miliar rupiah untuk bantuan sosial untuk biaya pemakaman bagi penduduk miskin yang meninggal dunia di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, total 125 penerima pada Mei merupakan verifikasi permohonan bantuan sejak 9 sampai dengan 31 Mei 2022. Rincian penerima santunan dari sembilan kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Kaliwungu 11 orang, Kota 19 orang, Jati 17 orang, Undaan 5 orang.

Kemudian Kecamatan Mejobo 21 orang, Jekulo 22 orang, Bae 14 orang, Gebog 12 orang, dan Dawe 4 orang.

(Yanto Buser45)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.