BNPB Salurkan Bantuan Rp500 Juta Bagi Pengungsi Bencana di Minahasa Selatan

  • Bagikan

Sulawesi Utara Minsel, Buser45.com Kepala BNPB Suharyanto (tengah) saat meninjau lokasi bencana abrasi di Minahasa Selatan BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan dana senilai Rp500 juta dan sejumlah logistik untuk warga di pengungsian yang terdampak bencana abrasi pantai di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Jumlah pengungsi dalam kejadian itu mencapai 133 keluarga, atau 353 jiwa. Mereka ditampung di Balai Pertemuan Umum, Kelurahan Lewet dan Aula Gereja Syalom Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan AmurangBantuan uang negara dan logistik itu diserahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Mayjen Suharyanto kepada Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Frangky Wongkar, di Posko Bencana Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang, Jumat (17/6), seusai meninjau lokasi bencana.Ikut menyaksikan Komandan Korem 1317/Santiago Brigadir Jenderal TNI Mukhlis, bersama Forkopimda setempat.

“Pasca bencana tanggap darurat BNPB menyalurkan bantuan Rp500 juta dan logistik buat pengungsi,” ujar Suharyanto.Dia mengatakan kepedulian pemerintah sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ia melihat langsung guna memastikan tahap penangulangan bencana ini berjalan sebagaimana mestinya.

Tahap awal selama dua Minggu adalah tahap tanggap darurat. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Badan BMKG atau semua lembaga kementerian terkait memastikan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama. Bupati Minahasa Selatan menjadi pelaksana tanggap darurat.

Sementara itu, sebanyak 133 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumahnya habis terbawa air. Sampai saat ini terdata ada 41 rumah yang terbawa air.Masa rehabilitasi Suharyanto menambahkan dalam waktu dekat, pihaknya dan pemangku kepentingan terkait akan berkumpul di Kementerian Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan guna merumuskan langkah selanjutnya.”Setelah tahap tanggap darurat selesai, atau diperkirakan 2 minggu ke depan, tidak ada lagi masyarakat yang harus mengungsi atau jumlah pengungsi tidak bertambah,” jelasnya.

Selain itu, sudah jelas terdata warga yang harus direlokasi dan rumah yang harus dibangun kembali. Itu masuk tahap pra rehabilitasi dan rekonstruksi.Selanjutnya, BNPB akan melaksanakan pendataan terkait warga yang kehilangan rumah. Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan bupati akan mencarikan lokasi untuk tempat tinggal baru.

Suharyanto mengaku belum bisa menentukan jenis bencana dan penyebabnya. “Mungkin abrasi, tapi bukan likuefaksi.”Terkait nilai kerugian bencana yang diperkirakan mencapai Rp55 miliar, Kepala BNPB mengaku perlu pengecekan mendalam. “Untuk tanggap darurat, BNPB membantu Rp500 juta. Ke depan, kita akan terus kaji .

(Hanny M / Advetorial.)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.