Patut di Contoh, Desa Menawan Dengan Kearifan Lokalnya Mengembangkan Perekonomian 

  • Bagikan

 

Kudus – Buser45.com || Desa Menawan Kecamatan Gebog kembali menunjukkan inovasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengadakan pagelaran kesenian budaya yang mengangkat kearifan lokal dan dilakukan berbarengan dengan Pasar Minggu Wage (Sarguge).

Kegiatan yang berada di Lapangan Desa ini terselenggara atas inisiasi pemerintah desa dengan merangkul organisasi pemuda dan para pelaku UMKM desa. Minggu (19/6).

Hadir pada kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo.

Mawar Hartopo menyampaikan rasa kekaguman kepada Pemdes Menawan dalam membangun potensi lokal. Saya berharap, “Kekompakan antara pemdes dan masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, karena pada akhirnya desa yang unggul akan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri”, Jelasnya.

Selain itu, Mawar Hartopo menyampaikan salam dari Bupati Kudus, Hartopo, kepada seluruh masyarakat Desa Menawan. Disampaikan pesan agar masyarakat selalu menjaga kerukunan untuk bersama-sama membangun desa. Termasuk dalam melestarikan budaya kearifan lokal supaya tidak luntur tergerus zaman.

Kepala Desa Menawan Tri Lestari menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Mawar Hartopo, saya merasa hal ini menjadi pemacu bagi kami agar terus mengembangkan potensi desa. Kegiatan ini dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat desa. “Seluruh elemen ikut terlibat baik dalam pertunjukan seni ataupun mempromosikan produk-produk unggulan lokal”, tambahnya.

Wawan adalah budayawan asal Pati yang sengaja di undang Panitia. Wawan yang sudah bertahun-tahun menekuni seni mozaik dengan memanfaatkan media lukis dengan biji- bijian. Ia mengaku sudah beberapa kali dilibatkan mengisi acara di Desa Menawan untuk menularkan keterampilannya, Tandas Tri Lestari.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM, Nurul, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Pasar Sarguge. Ia adalah produsen olahan jamur hasil budidaya sendiri di rumah. Selama lebih dari empat tahun, berbagai kripik jamur dijual ke tempat-tempat wisata lokal.

(Yanto Buser45)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.